Kambing di Banyumas Kembali Mati Misterius, Warga Was-was

Kambing di Banyumas Kembali Mati Misterius, Warga Was-was

Arbi Anugrah - detikNews
Selasa, 15 Mei 2012 14:18 WIB
Banyumas - Warga Desa Kebocoran, Kedungbanteng, Banyumas, Jawa Tengah lagi-lagi dikejutkan dengan kematian seekor kambing secara misterius. Belum diketahui pemangsa ternak tersebut. Polisi turun tangan.

Peristiwa itu terjadi sejak awal Mei 2012 hingga saat ini di lima desa di kecamatan tersebut.

"Dengan kematian kambing ini jumlah korban kambing yang mati di wilayah Kedungbanteng telah mencapai 18 ekor dan tersebar di lima desa, yakni Keniten, Karangnangka, Beji, Karangsalam, dan Kebocoran," kata Kapolsek Kedungbanteng, AKP Suparno Eka Wijaya kepada wartawan, Selasa (15/5/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, kambing yang mati merupakan umpan untuk mengungkap hewan misterius tersebut. Sementara jumlah kambing yang mati hingga saat ini, bukan 33 ekor seperti yang diungkapkan oleh beberapa pihak.

Suparno mengungkapkan, sejak Senin (14/5) malam, warga dan beberapa anggota Polsek Kedungbanteng sengaja berjaga di beberapa titik di Desa Kebocoran hingga pukul 01.00 WIB dan meninggalkan seekor kambing di sebuah kandang milik warga. Namun sekitar pukul 06.00 WIB, kambing tersebut sudah ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

Dari hasil identifikasi, kambing itu dimangsa binatang buas. Itu dilihat dari adanya telapak, luka cakaran dan bagian dalamnya yang dimakan. Keresahan warga yang menganggap peristiwa itu sebagai ulah makhluk jadi-jadian, menyesatkan.

"Masyarakat jangan mudah terprovokasi apalagi menuduh bahwa ini perbuatan orang yang mencari kesaktian, apalagi menuduh orang dan main hakim sendiri," ujarnya.

Dari informasi yang dikumpulkan detikcom, siang ini rencananya Resmob Polres Banyumas akan ikut memburu hewan misterius yang sangat meresahkan warga tersebut.

Sebelumnya, Selasa (1/5), warga desa dikejutkan kematian dua kambing yang berada di kandang. Dua ternak itu ditemukan dengan kondisi perut terburai. Sejak itu, warga was-was dan menduga peristiwa itu berkaitan dengan ilmu hitam.

(arb/trw)


Berita Terkait