250 Umat Islam Ikuti Mudzakarah Majelis Mujahidin
Senin, 16 Agu 2004 00:44 WIB
Yogyakarta - Sekitar 250 umat Islam dari 52 perwakilan Majelis Mujahidin di seluruh Indonesia Minggu (15/8/2004) mengikuti acara Mudzakarah Pimpinan Nasional I Majelis Mujahidin (MM) di Asrama Haji di Ringroad Utara Yogyakarta. Selain koordinasi, acara mudzakarah itu juga mempersiapkan beberapa rekomendasi di antaranya pemilihan presiden putaran kedua, masalah hukum di Indonesia termasuk upaya hukum terhadap ustadz Abu Bakar Baasyir, masalah pendidikan dan pertahanan dan keamanan."Ada beberapa poin yang sudah kita persiapkan untuk rekomendasi terutama tentang pilpres, kondisi hukum di Indonesia, pendidikan, dan masalah pertahanan keamanan," kata Ketua Tanfidziyah Majelis Mujahidin Irfan S Awwas kepada wartawan seuzai acara pembukaan, Minggu (15/8/2004) sore.Menurutnya, Majelis Mujahidin sengaja mengundang dari Lemhanas karena ingin mendengarkan bagaimana prespektif pemerintahan Indonesia dalam hal ini Lemhanas mengenai pertahanan di Indonesia. "Kita ingin tahu soal itu dan yang berkaitan dengan pilpres juga akan kita bahas besok (Senin - red) dalam mudzakarah ini," katanya.Irfan mengatakan saat pembukaan, dirinya membacakan beberapa pesan pidato dari pimpinan Majelis Mujahidin, Ustadz Abu Bakar Baasyir. Baasyir mengatakan Majelis Mujahidin harus lebih tegas, lebih berani dan lebih sabar dalam perjuangkan tegaknya syariat Islam di Indonesia. Ditanyakan kenapa mudzakarah ini baru sekarang ini digelar, bukan sebelum pilpres putaran pertama. Irfan mengatakan mudzkarah nasional ini sesuai dengan keputusan kongres MM II yaitu harus dilaksanakan setahun setelah kongres. "Satu tahunnya adalah jatuh pada bulan Agustus sekarang ini. Jadi semuanya adalah kebetulan bukan,dipersiapkan khusus jelang pilpres ini," katanya.Dia menambahkan MM juga sudah berusaha mengundang dua kandidat capres/cawapres yakni SBY dan Hasyim Muzadi untuk berbicara mengenai syariat Islam dan berbagai hal. Namun sampai sekarang belum ada jawaban apakah akan hadir atau tidak, tapi yang jelas surat sudah disampaikan."Kita sebetulanya menginginkan sebelum MM mengambil sebuah keputusan bagaimana terhadap pilpres ini. Kita ingin klarifikasi kepada kandidat pilpres agar kita tidak keliru dalam menilai mereka. Kita ingin dengar visi misi mereka tentang upaya penegakkan syariat Islam tapi sampai saat ini belum ada jawaban hadir atau tidak," ujar adik kandung Abu Jibril itu.
(mar/)











































