Saat Sukhoi Kecelakaan, Langit Jakarta Sedang Padat

Saat Sukhoi Kecelakaan, Langit Jakarta Sedang Padat

- detikNews
Selasa, 15 Mei 2012 10:50 WIB
Saat Sukhoi Kecelakaan, Langit Jakarta Sedang Padat
Jakarta - Langit Jakarta saat Sukhoi Superjet 100 mengalami kecelakaan pada Rabu (9/5) lalu sedang padat. Di jam sibuk, bisa ada 15 penerbangan yang harus dimonitor oleh para petugas air traffic control (ATC).

"Di jam segitu (saat Sukhoi menggelar joy flight), biasanya sedang sibuk. Saat sibuk begitu bisa sampai 15 traffic. Di daerah yang lain bisa saja low," ujar Presiden Indonesia Air Traffic Controllers Association (IATCA), I Gusti Ketut Susila, dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (15/5/2012).

Namun dia tidak memiliki data berapa petugas ATC yang bertugas pada saat itu. Susila menyebut wilayah udara sangatlah luas, sehingga tidak mungkin hanya ada satu petugas yang mengontrol. Wilayah udara ini nantinya dibagi-bagi menurut ketinggian maupun keluasannya.

"Misalkan saja kalau di tower itu wilayah udaranya ground sampai dengan 2.500 feet dan kelebaran 2,5 mile karena dia mengontrol berdasar visual. Sehingga petugas ini tidak boleh mengontrol pesawat yang tidak bisa dilihat oleh mata," terangnya.

Selain itu ada approach control office yang mana petugasnya memantau sampai ketinggian 24.500 kaki. Di atas itu ada area control. Luas udara juga akan dibagi lagi sehingga setiap petugas hanya akan mengontrol satu bagian saja.

"Misal saya kontrol di sektor a karena dalam satu area itu dibagi a, b c. Kenapa dibagi? Karena pesawatnya sudah padat. Kalau hanya dikontrol 1 orang pasti susah. Jadi tiap a, b, c dikontrol 1 orang dengan 1 frekuensi, sehingga setiap orang mampu mengontrol," jelas Susila.

"Bila pertimbuhan traffic padat, maka sektor a harus dibagi lagi. Tujuannya untuk kurangi beban," imbuhnya.

Menurut dia, petugas ATC memiliki kapasitas yang berbeda-beda. Ada yang mampu mengontrol 5 pesawat, ada yang bisa 7, dan ada yang bisa mengontrol 15 pesawat. Namun demi pertimbangan keamanan, biasanya diterapkan batas bawah dalam pengontrolan.

Satu orang petugas ATC rata-rata mengontrol berapa pesawat? "Ini susah karena tidak ada patokan yang formal. Ini lebih pada pengamatan kita," ucap Susila.

Sukhoi Superjet 100 menabrak tebing Gunung Salak hingga pecah berkeping-keping. Saat ini Tim SAR masih mengevakuasi 45 orang yang menjadi korban pesawat tersebut. Black box pesawat sudah diketahui keberadaannya, namun belum dievakuasi. Black box ini akan diteliti Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengetahui penyebab kecelakaan.

(/nrl)


Berita Terkait