Undangan SBY-Kalla Hadiri HUT RI di Istana Ditarik
Minggu, 15 Agu 2004 14:33 WIB
Lombok -
Pasangan capres-cawapres yang juga merupakan mantan menteri Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jusuf Kalla mendapat undangan untuk mengikuti peringatan HUT RI ke-59 di Istana Merdeka. Namun undangan yang sudah diterima itu kemudian ditarik Setneg tanpa alasan yang jelas. Hal itu diungkapkan Jusuf Kalla kepada wartawan di sela-sela silaturahmi di Pondok Pesantren Nurul Hakim, Lombok, Minggu (15/8/2004). Jusuf Kalla mengaku, sudah melihat undangan yang dikirimkan ke rumahnya itu. Undangan dikirimkan Setneg sebagai penanggung jawab peringatan detik-detik Proklamasi di Istana. Namun Setneg pula yang menarik kembali undangan itu 2 hari lalu. "Penarikan itu kurang jelas alasannya," katanya. Pasangan SBY itu kecewa dengan penarikan undangan yang sudah diterimanya itu. "Kecewa. Masa undangan nasional ditarik. Kita bagaimana pun jelek-jelek bekas menteri," kata Kalla.Kalla lantas menyatakan akan memperingati Agustusan di kampung-kampung bersama rakyat. "Nggak apa-apa. Kita rayakan di kecamatan, di kampung-kampung saja bersama rakyat," katanya tanpa menyebut lokasi tepatnya peringatan akan digelar. Biasanya upacara kebesaran peringatan 17 Agustus, para mantan pejabat pemerintah, seperti mantan presiden, mantan wapres, mantan menteri, veteran perang dan tokoh nasional diundang untuk memperingati di Istana. Bahkan rakyat pun sebagian juga diundang.
(iy/)










































