Jusuf Kalla:
Hari Sabarno Tidak Etis
Minggu, 15 Agu 2004 13:19 WIB
Lombok - Cawapres Jusuf Kalla menilai pernyataan Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno yang meminta lurah dan kades untuk mengingat gambar Presiden Megawati sebagai tidak etis dilakukan oleh aparat pemerintahan.Apalagi, tegas Jusuf Kalla, pernyataan itu dikeluarkan di Istana Negara dimana di dalam undang-undang tempat seperti itu dilarang digunakan untuk kegiatan kampanye atau dukung-mendukung calon presiden."Ini banyak tempat yang tidak boleh dipakai kampanye, apalagi lembaga kenegaraan seperti itu, di kantor pemerintah tidak boleh bicara tentang itu. Menurut saya tidak sesuai dengan undang-undang," kata Jusuf Kalla dalam acara silaturahmi dengan Pondok Pesantren Nurul Hakim di Lombok, NTB, Minggu (15/8/2004).Sebelumnya Jusuf Kalla juga silaturahmi dengan Ponpes Al Mutmainah di bawah Yayasan Prof Dr Kadirun. Selain itu Jusuf Kalla juga silaturahmi dengan warga jamaah Nahdhatul Wathan. Jusuf Kalla juga akan melakukan pertemuan dengan ulama Tuanku Guru Nazamuddin dan menyambangi pengurus Muhammadiyah NTB.Ditanya wartawan, siapa yang berhak menindak Hari Sabarno, Jusuf Kalla menyebut yang utama adalah penegakan etika oleh kalangan parat pemerintah. "Itu tidak sesuai dengan etika pemerintahan karena pemerintah telah melanggar undang-undang sendiri. Panwaslu harus menegur tindakan itu," kata Kalla.Hari dianggap telah melakukan kampanye terselubung saat memberikan pidato pengantar di depan ratusan warga transmigrasi teladan yang diterima presiden Megawati di Istana Negara kemarin. Saat itu, Hari meminta rombongan yang terdiri dari kepala desa, Lurah, Ketua LKMD dan polisi hutan agar selalu mengingat wajah Presiden Megawati.
(tis/)











































