Sebelumnya, Kirab obor ini mengambil start dari Desa Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, untuk selanjutnya dibawa menuju Patung Pattimura, yang berlokasi di Lapangan Merdeka Ambon, Jl Pattimura.
Belum sampai ke tempat tujuan, rombongan pawai obor mendapat serangan dari kelompok yang tidak dikenal di sekitar Jalan Tulukabessy. Hujan batu tak terhindarkan. Sekitar lima rumah warga terbakar. 11 Kendaraan motor terbakar dan puluhan orang terluka. Warga terluka kemudian dilarikan ke sejumlah rumah sakit di kota Ambon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski dilempari massa, Kasdam XVI/Pattimura terlihat turun langsung ke TKP untuk memimpin anak buahnya melakukan pengamanan.
Sementara Ketua Sinode GPM, Pendeta John Ruhulessin beusaha memenangkan massa dan mengimbau mereka untuk tidak melakukan tindakan anarkis. Tak pelak, ruas jalan diblokir dengan pembakaran ban.
Bentrokan mulai mereda satu jam kemudian setelah puluhan personel Brimob, Satgas Yonif 131, dan Kodam Denzipur mengamankan lokasi. Meski begitu, hingga kini konsentrasi massa antara kedua kelompok masih terjadi di sekitar Jalan Tulukabessy Mardika dan Jl Rijali.
Tiga buah mobil tank juga disiagakan di perbatasan kedua wilayah itu. Ratusan personel TNI pun berjaga ketat disepanjang jalan. Sementara arus lalu lintas dari Jl Jenderal Sudirman dialihkan menuju Ruko Batu Merah dan selanjutnya menuju pusat kota Ambon.
Hingga berita ini diturunkan, belum satu pun petinggi kepolisian yang dapat memberikan komentarnya. “Maaf, saya belum bisa memberikan komentar terkait hal ini,” ujar Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKBP Suharwiyono.
(nrl/nrl)











































