Kamp Pengungsi di Burundi Diserang, 180 Orang Tewas
Minggu, 15 Agu 2004 10:33 WIB
Jakarta - Puluhan orang bersenjata menyerang kamp pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di sebelah barat Burundi. Serangan itu menewaskan sedikitnya 180 orang. Pasukan Pembebasan Nasional Hutu mengaku bertanggung jawab atas serangan Jumat lalu itu. Para penyerang mengejar tentara Burundi yang berlari ke arah kamp yang dihuni pengungsi Suku Tutsi. "Apa yang kami lihat terlalu banyak korban, anak-anak, perempuan dan pria. Para pengungsi sedang tertidur ketika serangan terjadi," ujar Juru Bicara PBB di Kongo Eliana Nabaa. Dia menambahkan para penyerang sangat terlatih seperti layaknya militer yang terorganisir. "Apa yang terjadi sungguh mengerikan. Sejumlah orang terbakar," kata Nabaa melalui sambungan telepon dari Bukavu, ibukota Kivu Selatan. Menurut Juru Bicara PBB di Burundi, korban tewas berjumlah 159 orang dalam serangan ke Kamp Gatumba yang berjarak 12 mil, di dekat perbatasan Kongo itu. Sementara, 101 orang lainnya menderita luka-luka. Dari 101 korban luka itu, 30 orang diantaranya tewas di rumah sakit. "Mereka menggunakan granat dan senjata otomatis," kata Juru Bicara Komisi Tinggi PBB Urusan Pengungsi di Jeneva Fernando del Mundo.Sementara, Juru Bicara Pasukan Pembebasan Nasional Habimana justru menyalahkan tentara Burundi. Menurut dia, tentara Burundi yang menyebabkan jatuhnya korban dari pihak pengungsi. Pasukan Pembebasan Nasional melakukan perlawanan terhadap pemerintah sejak 10 tahun lalu. Sedikitnya 300.000 orang tewas akibat perang saudara yang berkecamuk sejak tahun 1993 itu.
(rif/)











































