"Kita terhalang oleh komunikasi," kata kontak person DVI antemortem Mabes Polri, Suprastiono, kepada detikcom, Senin (14/5/2012).
Sebagian besar tim yang datang tidak terlalu lancar dalam bahasa Inggris. Sedangkan tim dari Indonesia juga tidak bisa berbahasa Rusia.
Suprastiono menjelaskan, sebenarnya sudah ada penerjemah yang didatangkan oleh Kedubes Rusia. Namun penerjemah tersebut justru ketakutan saat masuk ke ruang identifikasi.
"Dia malah takut dan keluar," kisah Suprastiono.
Saat ini, dokter dari Rusia yang sudah ada di RS Polri, Kramat Jati adalah spesialisis gigi. Sedangkan pakar DNA terbaik Rusia, Profesor Ivanof, baru datang Selasa (15/5).
(mok/mei)











































