Pastikan Koalisi, Golkar Rapimnas
Minggu, 15 Agu 2004 07:48 WIB
Jakarta - Hari ini, Minggu (15/8/2004) Golkar sebagai parpol pemenang pemilu legislatif akan menggelar Rapat Pimpinan Nasional. Rapat ini akan menentukan sikap dan kebijakan Golkar memasuki pilpres putaran kedua. Ini dilakukan berkaitan dengan gugurnya jagoan mereka, Wiranto-Wahid dari pertarungan pilpres 2004. Rapimnas yang akan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB akan dihadiri oleh pengurus pusat dan organisasi yang berafiliasi dengan PG dan juga pengurus DPD PG se-Indonesia. Materi rapat yang dibahas di Hotel Menara Peninsula, Jakarta Barat, adalah sikap dan kebijakan Golkar memasuki pilpres putaran kedua. Sebagai pemenang dalam pemilu legislatif, Golkar memang punya daya tarik yang luar biasa. Pasalnya, partai ini memiliki jumlah kursi DPR yang paling banyak yakni 127 kursi. Kemarin, Ketua Umum Partai Golkar yang tengah berulang tahun ke-59 mengatakan DPP Golkar sudah menyimpulkan 3 hal, yakni akan melakukan koalisi dengan parpol, koalisis dilakukan sebelum putaran kedua dan akan menentukan dengan siapa koalisi akan dilakukan. "Kepada DPP saya sudah sampaikan bahwa saya sudah ketemu dengan Ibu Mega. Ibu Mega sudah sampaikan komitmennya yang juga sesuai visi dan misi partai Golkar. Ia juga menyampaikan kesiapannya dengan Partai Golkar baik di tingkat eksekutif maupun legislatif," ujar Akbar Tandjung usai memperingati ulang tahunnya di kediamannya, Kompleks Widya Chandra, Jl. Widya Chandra III, Jakarta Selatan. Akbar menjelaskan bahwa dalam pertemuannya dengan Megawati, Mega juga mengajak PG untuk memformulasikan format kabinet 2004-2009. Janji Mega, Golkar bisa ikut menentukan struktur kabinet yang akan datang, bila Mega menang. Sebaliknya, dengan capres lainnya, Akbar mengatakan SBY belum menawarkan peluang Golkar dalam penggodokan kabinet. "SBY belum ada tawaran-tawaran yang kami anggap bisa ada peluang bagi Golkar. Memang tidak seperti yang ditawarkan Ibu Mega. Saya juga mendapat kesan bahwa SBY cenderung berkoalisi setelah pilpres kedua," aku mantan Menpera jaman Soeharto. Akbar mengatakan semua itu akan diserahkan pada rapat hari ini. Rapat yang akan menentukan pilihannya. Tidak tertutup kemungkinan, bila tidak mencapai kata sepakat, maka voting akan dilakukan.
(dni/)











































