Mendagri Kampanye Terselubung, Panwaslu Beri Imbauan
Minggu, 15 Agu 2004 06:55 WIB
Jakarta - Anggota Panwaslu Rozy Munir mengimbau Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno agar menghentikan usahanya melakukan kampanye terselubung terhadap capres PDIP Megawati Soekarnoputri. Hari dianggap telah melakukan kampanye terselubung saat memberikan pidato pengantar di depan ratusan warga transmigrasi teladan yang diterima presiden Megawati di Istana Negara kemarin. Saat itu, Hari meminta rombongan yang terdiri dari kepala desa, Lurah, Ketua LKMD dan polisi hutan agar selalu mengingat wajah Presiden Megawati."Itu bisa dikatakan kampanye terselubung. Tapi sulit diproses," ujar Rozy dalam perbincangan dengan detikcom Minggu pagi (15/8/2004). Mantan Menteri Negara BUMN di era Gus Dur ini mengatakan Hari sebagai pejabat negara harus netral sehingga tidak menimbulkan kecurigaan pihak lain. "Dalam hal ini pelanggaran administratif belum kena. Kita belum perlu memberikan peringatan, tapi himbauan terbuka agar Hari tidak melakukan hal itu lagi. Menurut Rozy, hal diatas terjadi karena dikeluarkannya SK No 42/2004 yang merevisi SK sebelumnya No 88/2003, tentang revisi tugas dan wewenang Panwaslu. Ini membuat kerja Panwaslu terhambat. Sehingga untuk melaporkan adanya kecurangan harus memenuhi 5 butir persyaratan kumulatif. Mantan pejabat di jaman pemerintahan Gus Dur ini pun mengingatkan Hari dan pejabat lainnya agar aparat pemerintah tetap bersikap netral, jujur dan adil. Tidak terkecuali anggota Kepolisian. "Kalau pejabat di atas melakukan hal-hal seperti itu, berkelit, masyarakat akan curiga. Ini harus dikonrol. Apalagi menjelang pilpres putaran ke-2," ungkap Rozy.
(dni/)











































