"Pengamanan melekat dilakukan selama 1x24 jam penuh setiap hari. Jadi mereka memang ditugaskan untuk melekat kalau ada yang mengganggu dan membahayakan, mereka yang paling dekat yang menangani," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, Senin (14/5/2012).
Rikwanto mengatakan, masing-masing cagub dan cawagub, dikawal oleh satu personel polisi. Pengamanan melekat akan dilakukan secara bergantian.
"Jadi cagub satu (personel) dan cawagub satu (personel). Total semuanya 12 personel. Tetapi bukan satu orang yang mengamankan, nanti ada shift-shiftnya," ujarnya.
Ia menambahkan, pengamanan melekat tersebut akan diberikan kepada pasangan cagub dan cawagub hingga tahap akhir Pilkada selesai.
"Pengamanan melekat sudah dilakukan mulai dari penetapan calon dan penentuan nomor urut pasangan cagub dan cawagub dan akan berlangsung sampai tahap akhir," imbuhnya.
Selama tahap proses Pilkada berlangsung, ancaman bisa saja terjadi pada setiap cagub dan cawagub. Misalnya berupa teror dalam kaitanya dengan black campaign.
"Kemudian selama perpindahan perjalanan, kampanyenya lewat mana, sabotase, yang diperkirakan akan mengancam aktivitas dan keselamatan jiwanya. Sehingga pengamanan melekat ini terus ikut ke mana pun calon tersebut pergi," paparnya.
(mei/mok)











































