"Setahu saya tidak ada pesawat komersial yang dilengkapi dengan parasut," ujar pilot Garuda yang sedang cuti sejak 2010 lalu, Jeffrey Adrian, dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (14/5/2012).
Jika benar ada parasut dalam pesawat tersebut, Jeffrey lebih meyakini parasut itu telah ada sejak pesawat melakukan test flight. Dan kalaupun ada parasut, Jeffrey yakin tidak akan digunakan oleh pilot untuk melompat dan meninggalkan penumpang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak mengikuti pendidikan, dalam diri pilot telah ditanamkan jiwa yang bertanggung jawab pada penumpang dan pesawat. Karena itu, pilot tidak akan mungkin sengaja bertindak sesuatu yang membahayakan penumpangnya. Jika pesawat dalam bahaya, maka pilot pun terancam bahaya yang sama.
"Bisa jadi itu parasut yang ada sejak test flight. Tapi begitu diresmikan, begitu pesawat dibeli, saat dipergunakan untuk penerbangan, tidak ada parasut," terang Jeffrey.
Sebelumnya, 7 personel Kopassus yang berhasil menuruni tebing curam dalam proses membuka jalur dan evakuasi, menemukan jasad seorang pria berkewarganegaraan asing yang tergantung dengan parasut di pohon.
Tim baret merah menduga jasad yang ditemukan tidak utuh itu adalah pilot pesawat Sukhoi SuperJet 100. Pesawat Sukhoi yang hancur berkeping-keping itu diduga menabrak puncak Gunung Salak di Kabupaten Bogor.
Temuan tersebut sempat menjadi perdebatan di tengah masyarakat. Sebab pesawat komersil itu sedianya tidak difasilitasi kursi pelontar untuk menyelamatkan diri laiknya sebuah pesawat tempur. Kepala RS Polri Brigjen Agus Prayitno kemudian menegaskan tidak ada penumpang yang memakai parasut.
(vit/nrl)











































