Gedung Seni Diserobot, Seniman Sobokarti Semarang "Bersuara"
Sabtu, 14 Agu 2004 20:08 WIB
Semarang - Dengan menggelar pentas gamelan sederhana, lima kakek-kakek yang mengaku dari Perkumpulan Seniman Sobokarti Semarang memprotes rencana penjualan Gedung Kesenian Sobokarti. Mereka menilai gedung itu menyimpan "dokumen" sejarah budaya dan perjuangan bangsa.Aksi pentas itu diadakan di halaman Gedung Sobokarti, Jl. Dr. Cipto Semarang, Sabtu (14/08/2004). Tak ada orasi atau teriakan-teriakan sebagaimana lazimnya bentuk protes. Mereka hanya duduk-duduk sambil memainkan musik gamelan secara perlahan-lahan.Sementara itu, pintu gedung kesenian yang didirikan pada tahun 1929 itu digembok. Dengan menggelar pentas di luar gedung, mereka ingin menunjukkanbahwa gedung itu sudah bukan miliknya lagi. Padahal, mereka sudah menggunakannya sejak lama.Ketua Perkumpulan Kesenian Sobokarti Sosro Widarso mengatakan gedung itu telah diambil Yayasan Kesenian Sobokarti sejak tahun 2000 sesuai SK PN Semarang 114/ Pdt/ 6 / 2000 dan Akta Notaris Indrajati tertanggal 01 Sept 2000."Kabarnya gedung itu mau dijual ke PT. Gudang Garam. Karena itu, kami meminta Pemkot Semarang membantu menyelesaikan permasalahan ini agar gedung itu dilestarikan," katanya usai pentas.Lebih lanjut Sosro menjelaskan gedung ini menyimpan dokumen sejarah pertempuran lima hari di Semarang. Keberadaannya dilindungi UU No 5 Tahun 1992 dan PP No. 10 tahun 1993 tentang cagar budaya.Mengenai pendirian yayasan, Sosro mengatakan ada orang dalam yang mencuridokumen kemudian mendirikan yayasan. "Orang-orang yang sekarang mengelola yayasan adalah Sudarjo, Sudarwo, Ahmad Rohadi, Mulyana Indriyana, dan Sudjono. Tapi yang mencuri dokumen itu Totok Y TRiarso," paparnya polos.Sebagai bentuk protes terhadap hal itu, Sosro pernah mencopot papan nama yayasan. Akibatnya, ia dipanggil POMDAM IV Diponegoro karena dituduh melibatkan TNI-AD dalam aksi itu. Surat pemanggilan itu tertanggal 13 Agustus 2004."Tapi saya tidak datang," katanya pendek.Seusai aksi, Sosro dan teman-temannya memasang papan nama bertuliskan Perkumpulan Kesenian Sobokarti. Sehingga gedung itu pun punya dua nama, yakni yayasan dan perkumpulan.
(dni/)











































