Ada Skenario Kacaukan Maluku

Ada Skenario Kacaukan Maluku

- detikNews
Sabtu, 14 Agu 2004 19:32 WIB
Ambon - Polda Maluku sudah mengetahui pelaku teror di sana. Aksi teror di Maluku diduga selalu berhubungan dengan Jakarta untuk mengacaukan kondisi di Ambon. Kapolda Maluku Brigjen Pol Aditya Warman menyatakan, saat ini pihaknya telah berhasil mengidentifikasikan orang-orang yang tidak ingin Maluku aman. Dikatakan, aksi teror yang akhir-akhir ini dilakukan merupakan rangkaian aktivitas pihak tertentu untuk menimbulkan perasaan tak nyaman bagi masyarakat Maluku, khususnya menghadapi HUT Proklamasi ke-59 tanggal 17 Agustus 2004."Saya sudah ketahui orang-orang yang bermain. Mereka itu tidak berakar, namun selalu berhubungan dengan Jakarta untuk bisa bermain di Ambon. Termasuk menciptakan bunyi-bunyian dengan maksud bisa di follow-up media massa dan diketahui di Jakarta, dan bisa menunjukkan bahwa dia sudah mengirimkan orang. Brengsek memang orang-orang itu", kata Aditya Warman kepada wartawan di ruang kerjanya Mapolda Maluku Jl Ahmad Yani Ambon, Sabtu (14/08/2004).Ia juga mengatakan bahwa konflik di Ambon ini tidak selalu penyebabnya ada di Ambon, namun kebanyakan penyebabnya ada di luar dan mereka yang bermain di Ambon ini hanyalah kaki tangan saja, dengan memanfaatkan situasi yang belum pulih betul.Dikatakan lagi bahwa, saat ini pihaknya sudah sangat paham dengan kondisi di Ambon bahkan pasukan sudah dikondisikan sehingga siap bergerak kalau sewaktu-waktu diperlukan. "Saat ini ibarat saya sedang menonton sebuah akuarium, ikan mana yang bergerak saya sudah bisa melihatnya, jadi saya hanya ingatkan agar berhati-hati, dan coba-coba karena akan dilibas", tambah Aditya.Menurutnya, kepada orang-orang yang sering bermain sandiwara tersebut, pihaknya sudah beberapa kali mengingatkan. "Saya katakan, sebaiknya berkata jujur saja, sehingga persoalan Maluku ini bisa dihentikan, khan yang bertanggung jawa bukan mereka yang berada di Ambon. Tapi kalau masih mau coba-coba juga, saya tidak segan-segan untuk mengambil tindakan. Karena yang kena dampak justru masyarakat Maluku yang tidak berdosa", sesalnya. Aditya pun mencontohkan bahwa mereka yang bermain itu seperti burung unta yang hanya menyembunyikan kepala saja sudah dianggap bahwa ia sudah bersembunyi secara utuh, padahal bagian tubuh lainnya masih kelihatan. (dni/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads