Direktur Utama PT DI Bantah Isu Pergantian Direksi

Direktur Utama PT DI Bantah Isu Pergantian Direksi

- detikNews
Sabtu, 14 Agu 2004 18:43 WIB
Bandung - Manajemen PT Dirgantara Indonesia (PT DI) membantah isu yang berkembang bahwa sudah dilakukan RUPS Luar Biasa dan menggantikan jajaran direksi BUMN itu. Sejauh ini, persiapan RUPS memang sedang dilakukan namun bukan dengan agenda pergantian direksi."Saya juga dengan rumor seperti yang Anda tanyakan itu. Tapi jawaban saya, isu itu negatif. Tidak benar," kata Edwin Soedarmo, Dirut PT DI ketika dikonfirmasi detikcom tentang kabar pergantian jajaran direksi BUMN ini di Bandung, Sabtu (14/8/2004).Dari isu yang beredar, disebutkan bahwa pemegang saham dalam hal inipemerintah sudah mengganti jajaran direksi perusahaan pembuat pesawatterbang itu. Direktur Utamanya dikabarkan seorang perwira tinggi dari TNI AU berbintang satu.Namun menurut Edwin, semua itu tidak benar. "Dengan menyesal sayasampaikan, kabar itu negatif. Kami memang sedang melakukanpersiapan-persiapan untuk melakukan RUPS. Rencananya bulan ini RUPS itu dilakukan dengan agenda soal keuangan dan rencana BUMN ini ke depan. Sejauh yang saya dengar, agenda untuk pergantian direksi belum ada," tuturnya.Persiapan yang dilakukan sampai saat ini masih menyangkut penyelesaianlegal aspect berkaitan dengan pelimpahan aset PT DI yang dikelola BPPN ke PT PPA, yang menggantikan BPPN. "Itu yang masih diselesaikan legal administrasinya. Sejauh ini juga sudah tidak ada masalah prinsip lagi, dan diharapkan RUPS bisa segera dilaksanakan," kata Edwin lagi.Edwin pun menegaskan bahwa jajaran direksi dan komisaris serta pemegang saham perusahaan itu selalu membina hubungan baik. "Perusahaan ini dikelola dengan baik. Begitu juga komunikasi selama in berjalan dengan baik. Isu semacam itu sudah sering dilontarkan oleh orang yang iseng," tambah Edwin.Soal RUPS itu sendiri, sesuai jadwal sebetulnya akan dilaksanakan minggu lalu. "Tapi ya itu tadi, admisnitrasinya belum selesai. Kami masih melakukan koordinasi dengan Menteri BUMN, Menteri Keuangan, PT PPA dan lainnya," kata Edwin.Secara umum menurutnya, kondisi perusahaan sudah membaik. "Cash flow kami sudah lebih baik. Meski kami masih ada kesulitan mendapatkan danapeminjaman, tapi saat ini kami sudah bisa membiayai proyek-proyek kamidengan dana sendiri (self financing). Secara umum, arah perbaikan sudah lebih tergambar," tambahnya.Sementara itu, Sekretaris Umum Serikat Pekerja Forum Komunikasi Karyawan (SP-FKK) PT DI AM Bone ketika dihubungi detikcom membenarkan bahwa pihaknya mendengar informasi yang sama."Tapi soal kebenarannya saya belum tahu. Coba Anda konfirmasikan langsung kepada manajemen. Kalau bagi kami, siapa pun yang ditunjuk pemerintah untuk mengelola PT DI orangnya harus jujur, amanah, kredibel dan punya kemampuan. Kalau tidak, kondisi PT DI akan lebih hancur lagi," katanya. (dni/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads