"Dari hasil pemeriksaan sampai saat ini tidak ada yang mengenakan parasut dan memiliki body utuh," kata Agus kepada wartawan di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Senin (14/5/2012).
Agus mengatakan tim kedokteran telah memeriksa 22 kantong jenazah. 18 Kantong berisi bagian tubuh jenazah, dan 4 kantong berisi barang-barang milik korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus mengatakan dari hasil pemeriksaan yang ada belum bisa dibedakan mana warga negara Indonesia (WNI) dan mana yang warga negara asing (WNA).
"Kita belum bisa membedakan mana yang kaukasoid dan mana yang mongoloid," tambahnya.
Sebelumnya, 7 personel Kopassus yang berhasil menuruni tebing curam dalam proses membuka jalur dan evakuasi, menemukan jasad seorang pria berkewarganegaraan asing yang tergantung dengan parasut di pohon.
Tim baret merah menduga jasad yang ditemukan tidak utuh itu adalah pilot pesawat Sukhoi SuperJet 100. Pesawat Sukhoi yang hancur berkeping-keping itu diduga menabrak puncak Gunung Salak di Kabupaten Bogor.
Temuan tersebut sempat menjadi perdebatan di tengah masyarakat. Sebab pesawat komersil itu sedianya tidak difasilitasi kursi pelontar untuk menyelamatkan diri laiknya sebuah pesawat tempur.
(nal/vit)











































