Tak Dihargai, 16 PPK Semarang Walk Out Pelantikan DPRD II

Tak Dihargai, 16 PPK Semarang Walk Out Pelantikan DPRD II

- detikNews
Sabtu, 14 Agu 2004 12:53 WIB
Semarang - Tidak seperti undangan lainnya, 16 anggota PPK (Panitia Pemilih Kecamatan) ditempatkan di balkon Balaikota Semarang saat pelantikan DPRD II Kota Semarang. Kecewa, mereka akhirnya memilih bubar.Ke-16 PPK itu keluar sekitar setengah jam setelah pelantikan DPRD II Kota Semarang di Balaikota Semarang, Jl. Pemuda, Sabtu (14/08/2004). Tindakan ini diikuti oleh anggota KPU Kota Semarang, Nurul Akhmad, yang juga senasib.Di luar ruang pelantikan, kedua penyelanggara pemilu itu sempat berdialog alot. Mereka meminta ditempatkan sebagaimana tamu-tamu lainnya, yakni di lantai I.Tidak menemukan solusi, akhirnya mereka menunggu ijin dari panitia pelantikan dari Pemkot. Sayang, yang ditunggu-tunggu malah sibuk sendiri sehingga mereka malah terbengkalai. Setengah jam berikutnya, ke-16 PPK itu memilih pulang.Ketua KPU Kota Semarang Rahmulyo Hadiwibowo mengatakan, dirinya dapat mengerti aksi ngambek 16 orang anggota PPK itu. Hanya saja, kata Rahmulyo, dirinya tak bisa berbuat banyak karena harus mengurus seremonial pelantikan di dalam ruangan."Saya akan menemui mereka secepat mungkin. Agar tidak berefek pada penyelenggaraan pilpres putaran II nantinya. Bagaimana pun mereka adalah pihak yang menyukseskan pemilu," kata Rahmulyo kepada detikcom seusai pelantikan.Namun Rahmulyo menolak disalahkan atas kejadian ini. Menurutnya, yang mengundang para anggota PPK adalah Setwan (Sekretaris Dewan) DPRD Semarang. "KPU hanya mengundang 45 anggota DPRD yang bakal dilantik. Saya juga tidak tahu persis kenapa Setwan menempatkan mereka di balkon," kilahnya.Di dalam ruangan, acara pelantikan para wakil rakyat ini memang berjalan lancar. Namun tidak demikian dengan suasana di luar. Ratusan demonstran yang sejak pagi menggelar aksi membuat suasana gaduh. Puluhan polisi pun terpaksa didatangkan mengamankan situasi.Buntutnya, penjagaan di sekitar Balaikota diperketat. Beberapa petugas polisi dan panitia bahkan sempat over acting. Mereka melarang puluhan wartawan masuk ke ruang pelantikan. Padahal mereka sudah dilengkapi dengan ID Card dari panitia.Para kuli disket baru boleh masuk ketika acara pengambilan sumpah selesai. Itu pun melalui jaminan anggota KPU Kota Semarang M Hakim Junaedi. (djo/)


Berita Terkait