βKita harus membantu membangun lembaga pendidikan Islam,β kata KH Maβruf Amin, Koordinator Harian Ketua MUI Pusat, di tengah lawatan ke Quanzhou, Fujian, China.
Hal ini disampaikan dalam siaran pers kepada detikcom, Senin (14/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gagasan ini menguat seusai berziarah ke makam muslim tertua di bukit Lingshan, Quanzhou, provinsi Fujian, China Selatan, Minggu (13/5) siang kemarin.
Lebih lagi ketika rombongan MUI berjumlah 40-an orang berkunjung ke Masjid Qingjing atau Ashab, di pusat kota Quanzhou. Imam masjid ini, Ibrahim, menceritakan, banyak keturunan Arab dan muslim di kota ini yang tidak lagi menganut Islam akibat tidak tersedianya layanan pendidikan Islam yang memadai.
Dalam kunjungan 13 hari ke tiga kota, termasuk Xiβan, China Tengah, dan Beijing, ini, rombongan yang komandani H. Amidhan Saberah, Ketua MUI bidang Produk Halal, ini juga diikuti beberapa pengurus harian MUI.
Antara lain, Sekjen MUI H.M. Ichwan Sam, Ketua MUI bidang Kerukunan Beragama H. Slamet Effendy Yusuf, Wakil Ketua Komisi Fatwa Prof. Huzaimah T. Yanggo, Ketua MUI bidang Kebudayaan KH. Cholil Ridwan, dan Ketua Komisi Kajian MUI Prof. Utang Ranuwijaya. Ikut bersama rombongan, Prof. Dr. Azyumardi Azra, Direktur Program Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Rombongan juga mengunjungi jembatan batu yang membelah sungai Loyang, Quanzhou, yang menjadi pangkalan awal petualangan Laksamana Cheng Ho, yang sempat tujuh kali mengunjungi kepulauan Nusantara. Sebelum berangkat bertualang, Cheng Ho, juga berziarah ke makam muslim di bukit Lingshan, Quanzhou, Fujian, China.
(van/van)











































