Seorang di antaranya adalah Imah (52), asal Cimande, Jawa Barat. Bersama seorang cucunya, wanita ini berbaur bersama seribuan orang warga sekitar yang sejak pagi berkumpul di sekeliling helipad Posko Cijeruk.
Tapi bedanya pasangan nenek-cucu ini menenteng termos berisi berbagai es lilin warna-warni buatan mereka sendiri. Keduanya tidak terlihat kelelahan meski baru saja berjalan kaki selama empat jam untuk tiba di helipad Posko Cijeruk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan hanya Imah yang melihat peluang ini. Pantauan reporter detikcom di lokasi, Minggu (13/5/2012), ada pula warga yang menjajakan minuman ringan, minuman panas, kelapa muda, masker anti debu dan makanan kecil. Pangsa pasarnya, selain sesama warga sekitar yang asyik menonton juga para wartawan dan anggota tim SAR yang sedang beristirahat.
"Biasanya mah sepi banget, mumpung sedang libur jadi ingin nonton ramai-ramai di sini," ujar Hirman (30).
Di sisi lain, banyaknya warga yang datang menonton membuat repot aparat keamanan. Berulang kali mereka harus menghalau warga agar tidak terlalu dekat dengan lapangan sepak bola yang disulap menjadi helipad itu ketika ada helikopter yang hendak terbang atau mendarat.
(lh/vta)











































