"Mereka semalam datang minta izin untuk memungut material. Saya tidak izinkan, ditunda sampai ada informasi lebih lanjut," ujar Danrem 061 Badak Putih, Kolonel Inf. A.M. Putranto, di Posko Cijeruk, Gunung Salak, Bogor, Minggu (13/5/2012).
Dia menegaskan hingga hari kelima prioritasnya adalah evakuasi korban. Untuk keperluan tersebut, di lapangan sudah ada 562 orang anggota TNI, Polri, Basarnas dan berbagai organisasi pendaki tebing nasional.
Sedangkan untuk operasi mengumpulkan serpihan badan pesawat di dasar jurang dilakukan setelah ada kepastian bahwa seluruh korban telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Pelaksanaannya oleh tim Rusia tetap harus dibawah koordinasi Basarnas dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) selaku pihak yang berwenang.
"Jadi mereka hanya untuk mengumpulkan material, lebih baik kerja sama dengan KNKT. Kalau mereka mau bergerak, juga harus di bawah kendali kita yang lebih tahu medan," tegas Putranto.
(lh/)











































