"Kita akan bekerja bersama-sama dalam rangka identifikasi korban dari kecelakaan Sukhoi," ujar Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Mabes Polri, Brigadir Jenderal Musaddeq Ishaq di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (12/5/2012) malam.
Musaddeq mengatakan tim forensik tersebut terdiri dari ahli patologi forensik yang berjumlah tiga orang. Selain ahli patologi forensik, juga didatangkan ahli DNA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua proses (forensik) itu memakan waktu yang sangat lama, karena kami bekerja secara teliti, prinsip kami adalah bekerja secara profesional. Kita menggunakan SOP internasional yang dikenal dengan Interpol DVI Procedure, karena tidak ingin mengembalikan jenazah atau body part kepada keluarga yang salah," tegas Anton.
(ega/ega)










































