Keluarga korban Sukhoi Superjet 100 menumpahkan kesedihan nan mendalam kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Negara, Ani Yudhoyono. SBY meminta keluarga bersabar dan berharap ada mukjizat.
SBY dan Ibu Ani menyambangi dan berjabat tangan dengan seluruh keluarga korban Sukhoi di terminal kedatangan Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Jumat (11/5/2012).
Pengamatan detikcom, SBY salah satunya menyapa keluarga korban Ahmad Fajal (Indo Asia).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tengah-tengah percakapan, tiba-tiba perempuan yang menggunakan kaos dan sweater warna abu-abu itu tidak kuasa menahan tangisnya. Ia menangis histeris dan langsung memeluk Ibu Ani. Ibu Ani berusaha menghibur dan menguatkan.
"Tadi Pak Presiden jelasin, tim evakuasi sudah tinggal 200 meter dari pesawat. Pak Presiden bilang, insya Allah ada mukjizat. Presiden berharap masih ada mukjizat terhadap korban. Kami disuruh sabar, tunggu informasi resmi," kata perempuan yang mengenakan kerudung itu.
Sementara, seorang bocah laki-laki dari keluarga Ganis Arman Zuvianto (Indonesia Air Transport) mengatakan hal serupa.
"Tadi Presiden minta keluarga supaya sabar saja, cuma itu," ujar anak itu singkat.
(aan/nrl)











































