Korban kecelakaan Sukhoi Superjet 100 hingga saat ini masih dalam proses evakuasi. Presiden SBY pun berpesan selama evakuasi berlangsung jangan ada informasi yang simpang siur.
"Karena masih terus dilakukan seperti apa keadaan jatuhnya pesawat, jangan sampai ada informasi yang simpang siur, jangan sampai ada berita menyesatkan, Tuhan tidak suka," ujar SBY saat menyampaikan pernyataan di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Jumat (11/5/2012).
Pihak-pihak terkait yang terlibat dalam evakuasi dan investigasi pun diminta memberikan penjelasan yang tidak simpang siur sehingga membingungkan masyarakat. SBY mempersilakan pihak-pihak yang berwenang untuk terus melakukan investigasi sebagaimana proses tersebut pernah dilakukan dalam peristiwa-peristiwa sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesawat Sukhoi Superjet 100 yang sedang melakukan joy flight hilang kontak di kawasan Gunung Salak, Bogor, 9 Mei 2012 pukul 14.33 WIB. Sehari setelahnya dipastikan pesawat buatan Rusia itu jatuh di lereng Gunung Salak di ketinggian 5.800 kaki dan kemiringan 85 derajat. Badan pesawat pecah berkeping-keping. Dalam pesawat tersebut, terdapat 45 penumpang, 8 di antaranya merupakan kru asal Rusia. Saat ini evakuasi para korban masih terus diupayakan.
(/nwk)










































