Jakarta -
Sejumlah media di Rusia sempat berspekulasi soal dugaan pembajakan tak lama setelah Sukhoi Superjet 100 dinyatakan hilang. Spekulasi itu muncul terkait dengan sejumlah kasus terorisme di Indonesia.
Tapi tegas-tegas, isu dugaan pembajakan itu disangkal pihak PT Trimarga Rekatama yang merupakan representatif Sukhoi di Indonesia.
"Tidak ada sama sekali," kata Sunaryo dari PT Trimarga Rekatama saat dihubungi detikcom, Kamis (10/5/2012) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesawat Sukhoi itu lost contact pada Rabu (9/5) pukul 14.33 WIB. Pesawat itu turun dari ketinggian 10 ribu kaki ke 6 ribu kaki. Hingga kemudian, pesawat ditemukan hancur di tebing di Gunung Salak pada pagi tadi.
(ndr/nrl)