Evakuasi korban Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, masih terus dilakukan. Sementara itu Bandara Halim Perdanakusumah pun tak sepi dari aktivitas. Beberapa posko didirikan di Bandara. Ambulans umum dan ambulans jenazah juga disiagakan.
"Kami telah berkoordinasi dengan seluruh jajaran kesehatan yang dibantu 38 ambulans Dinas Kesehatan, 20 ambulans jenazah dan 18 ambulans biasa, serta tambahan 14 dari ambulans jenazah dari Yayasan Bunga Kamboja. Sebenarnya lebih 54 ambulans tetapi masih belum bisa terdata oleh kami," ujar Kepala Kantor Kesehatan dan Pelabuhan Halim Perdanakusumah, Imam Triyanto, Kamis (10/5/2012).
Imam menambahkan pihaknya telah mendirikan Posko Layanan Kesehatan yang mengambil tempat di samping Posko Div Dokpol. Petugas telah disiagakan di posko sejak semalam. Posko didirikan karena banyaknya keluarga korban yang berkumpul demi mendapat informasi kondisi keluarganya yang ikut joy flight pesawat buatan Rusia kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di posko bersiaga 3 hingga 4 petugas yakni dokter umum, dua perawat, dan seorang sopir untuk mengantisipasi ada keluarga korban yang sakit hingga kritis. Nantinya pasien akan dirujuk ke RSAD.
Sedangkan jika ada korban tewas pesawat, setelah dievakuasi jenazah akan dibawa dari Bogor ke Bandara Halim dengan menggunakan helikopter. Setelah itu, akan dibawa ke RS Polri dengan menggunakan mobil ambulans jenazah yang telah disiapkan.Β
"Tapi baru rencana kemungkinan masih ada perubahan," ucap imam.
Pesawat Sukhoi Superjet 100 yang sedang melakukan joy flight hilang kontak di kawasan Gunung Salak, Bogor, 9 Mei 2012. Sehari setelahnya dipastikan pesawat buatan Rusia itu jatuh di lereng Gunung Salak. Badan pesawat pecah berkeping-keping. Dalam pesawat tersebut, terdapat 45 penumpang, 8 di antaranya merupakan kru asal Rusia.Β
(/asy)











































