"Nanti malam kita gelar tahlilan di sini," ujar Tri Kardiono, paman Aditya, ketika ditemui di rumahnya, Kamis (10/5/2012).
Kardiono mengaku doa bersama atau tahlilan merupakan kesepakatan dari keluarga, termasuk permintaan dari Tri Kardiani (62), ibu kandung Aditya. "Tahlilan juga permintaan ibu Aditya," ungkap Kardiono.
Sesuai rencana, lanjut Kardiono, tahlil digelar usai salat isya dengan mengundang seluruh warga serta kerabat. "Kalau mau ikut silakan nanti malam datang," tuturnya Kardiono.
Ia mengaku, kepastian nasib bungsu dari dua bersaudara itu memang belum diketahui, meski titik lokasi bangkai pesawat Sukhoi Superjet100 yang ditumpangi telah ditemukan.
Doa bersama bertujuan meminta keselamatan Aditya dari peristiwa, disisi lain juga mempersiapkan kejadian terburuk.
"Kami memang belum tahu kepastian nasib Aditya, tapi tahlilan juga mengikuti jika kemungkinan terburuk," tegas Kardiono.
Hingga Kamis sore, keluarga cemas menunggu kabar terkini Aditya. Sementara Tim SAR gabungan saat ini masih terus menerobos hutan Gunung Salak untuk menuju titik lokasi jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet100 yang telah diketahui. Rekan sekerja Aditya di TransTV, Ismie Soenarto, juga menjadi korban dari kecelakaan ini.
(rmd/rmd)











































