Basarnas Enggan Berspekulasi ELT Sukhoi Tak Pancarkan Sinyal

Basarnas Enggan Berspekulasi ELT Sukhoi Tak Pancarkan Sinyal

Andri Haryanto - detikNews
Kamis, 10 Mei 2012 15:56 WIB
Basarnas Enggan Berspekulasi ELT Sukhoi Tak Pancarkan Sinyal
Jakarta - Badan SAR Nasional (Basarnas) tidak mau berspekulasi mengapa ELT (Emergency Locator Transmitters) di pesawat Sukhoi Superjet100 tidak mengirimkan sinyal saat pesawat buatan Rusia tersebut mengalami kecelakaan.

"Kemungkinan impact-nya terlalu besar. Ditambah kecepatan pesawat 600-700 KM per jam, pada saat kecelakaan pesawat terbakar," kata Jubir Basarnas, Gagah Prakoso, di Lanud Halim Perdanakusumah, Kamis (10/5/2012).

ELT berfungsi sebagai pendeteksi sinyal pesawat. Alat tersebut juga memberitahu titik lokasi keberadaan pesawat bila mengalami kecelakaan. ELT bekerja otomatis bila terendam air atau hilang komunikasi dengan awak pesawat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seluruh pesawat komersil harus memiliki ELT," jelas Gagah.

Selain transmisi penerima sinyal ELT yang dimiliki, Basarnas pun di-backup dua penerima transmisi di Singapura dan Australia.

"Di Singapura dan Australia juga tidak bisa mendeteksi, sehingga sulit mendeteksi di mana pesawatnya," ujar Gagah.

Apakah tidak berfungsi atau memang tidak ada ELT terpasang di Sukhoi?

"KNKT yang akan menyelidikinya," terang Gagah.

Selain itu, Gagah mengatakan sebanyak 600 personel gabungan dikerahkan dalam evakuasi pesawat yang diketahui hancur di lereng Gunung Salak itu. Pihaknya mengaku sudah menemukan beberapa korban, namun dia enggan memastikan berapa jumlahnya.

"Kami belum menemukan survivor," ujarnya.

(ahy/rmd)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini