Simulasi Pembajakan Pesawat, Bandara Semarang Ditutup 1 Jam

Simulasi Pembajakan Pesawat, Bandara Semarang Ditutup 1 Jam

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 10 Mei 2012 15:40 WIB
Simulasi Pembajakan Pesawat, Bandara Semarang Ditutup 1 Jam
Jakarta -

Pesawat type Boeing 737 - 800 NG milik Miko Internasional Airlines mengalami trouble engine pada ketinggian 20 ribu kaki dan membutuhkan pendaratan darurat di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang. Tidak hanya itu, pesawat juga dalam kondisi dibajak dan dipasangi bom oleh 5 teroris bersenjata api.

Para penumpang diancam akan dibunuh jika pihak Bandara Ahmad Yani tidak segera menyiapkan pesawat lain untuk pelarian mereka setibanya di bandara. Teroris juga meminta sebuah bus yang akan digunakan untuk pindah ke pesawat baru.

Mendengar hal tersebut pihak bandara melapor kepada unit Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadaman Kebakaran (PKP - PK) untuk melaksanakan siaga II.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah mendapat instruksi clear to land (ijin mendarat), pesawat milik Miko International Airlines tersebut langsung landing di Bandara Ahmad Yani dengan kondisi mesin sebelah kanan berasap.

Sesuai dengan permintaan para teroris, bus dan pesawat pun disiapkan. Para teroris lalu menggiring beberapa penumpang agar mengikuti mereka untuk masuk ke bus. Sementara itu di dalam pesawat, masih tersisa seorang teroris yang menodongkan senjata ke arah penumpang.

Dengan cekatan beberapa personel TNI berhasil membekuk teroris yang berada di dalam pesawat dengan mengendap-endap. Dalam waktu bersamaan, sejumlah personel TNI yang mengendarai mobil dan motor berhasil mengepung bus dan melumpuhkan para teroris.

Setelah itu tim penjinak bom bergegas menghampiri badan pesawat untuk mencegah adanya ledakan bom. Namun sementara itu, mesin peswat yang mengalami kerusakan mulai mengeluarkan api. Pemadam kebakaran dan tim medis pun di turunkan.

Saat tim penjinak bom dan tim penyelamat melakukan tugasnya, terdengar suara ledakan dari arah mesin sebelah kanan. Pesawat mulai terbakar. Para penumpang yang masih bisa berjalan langsung dibawa menuju mobil ambulans untuk dilarikan ke rumah sakit, sedangkan penumpang yang terluka parah dilarikan menggunakan helikopter yang sudah disiapkan pihak bandara.

Peristiwa tersebut mengakibatkan lima orang meninggal, empat orang luka berat, dan 12 orang luka ringan.

Rangkaian kejadian yang berlangsung sekitar 15 menit tersebut adalah kegiatan latihan dengan tema 'Penanggulangan Keadaan Darurat Dirgantara Raharja ke-66' yang diselenggarakan oleh PT. Angkasa Pura 1 di Bandara Ahmad Yani Semarang.

"Tujuan kegiatan ini adalah untuk menguji standar operasi prosedur untuk setiap bandara yang memiliki tata cara untuk menangani kondisi darurat dengan pedoman airport emergency plan," kata Genenral Manajer PT. Angkasa Pura 1, Priyo Jatmiko di Bandara Ahmad Yani, Semarang, Kamis (10/5/2012).

"Tadi yang menangani TNI karena Bandara Ahmad Yani adalah bandara militer," imbuhnya.

Dengan adanya latihan tersebut, kegiatan bandara Ahmad Yani sempat ditutup selama kurang lebih satu jam.

"Semoga tidak ada kejadian seperti tadi. Tapi jika memang benar terjadi, kami sudah siap," tutup Priyo.

(alg/trw)


Berita Terkait