"Saya kira tahun 2013 nanti sudah ada namanya. Kalau sekarang memang belum waktunya berbicara capres," kata Marzuki.
Hal ini disampaikan Marzuki kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apakah survei, konvensi, poling, dan sebagainya kita belum bicarakan dan pada akhirnya itu kita akan sampaikan. Pak SBY katakan sekarang belum saatnya kita tentukan capres dan mekanisme perekrutan capres cawapres PD. Jadi apa pun yang berbicara saat ini, itu adalah urusan pribadi. Tidak salah orang mengusulkan konvensi, JK, itu bagus -bagus saja. Tapi majelis tingginya belum," katanya.
Marzuki berharap di Pemilu 2014 nanti akan ada banyak kandidat capres. Dia mengapresiasi apabila Presidential Threshold disamakan dengan Parliamentary Threshold, jadi partai yang lolos ke DPR berhak nyapres.
"Sebetulnya kalau pandangan saya pribadi menginginkan terbuka ruang bagi calon yang bagus yang mampu dan mau menjadi capres dan diterima. Jadi mampu, mau, dan diterima kan sulit. Dia mampu, mau, dan harus diterima masyarakat," katanya.
Dia berharap masyarakat disuguhkan banyak kandidat capres. Agar masyarakat dapat lebih leluasa memimpin calon pemimpin nasional.
"Artinya kalau saya berpandangan ya dibuka lebih baik. Beberapa partai kecil usul mungkin akan munculkan calon yang mampu dan mau. Tidak baik juga kita sebagai oligarki, tidak baik kita menutup ruang orang baik untuk masuk di dalam kotestasi capres," tandasnya.
(van/aan)











































