Komisi V Minta KNKT Lekas Temukan Penyebab Jatuhnya Sukhoi

Komisi V Minta KNKT Lekas Temukan Penyebab Jatuhnya Sukhoi

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Kamis, 10 Mei 2012 14:05 WIB
Komisi V Minta KNKT Lekas Temukan Penyebab Jatuhnya Sukhoi
Jakarta - Kalangan DPR ikut berduka atas kecelakaan Sukhoi. Komisi V DPR meminta KNKT lekas menemukan penyebab jatuhnya pesawat Sukhoi superjet 100 di Gunung Salak.

"Yang perlu diselidiki apakah pesawat sudah mendapat ijin terbang dengan mengangkut penumpang, jika belum ada ijin maka Kemenhub harus menindak tegas aparatnya yang memperbolehkan pesawat tersebut terbang dengan mengangkut penumpang serta KNKT juga harus segera menyelidiki penyebab dari jatuhnya pesawat naas tersebut," kata anggota Komisi V DPR Saleh Husin. Hal ini disampaikan Saleh kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/5/2012).

pada kesempatan itu, Namun, Husin menyangsikan KNKT dapat segera mengungkap penyebab kecelakaan tersebut. Komisi V juga mempertanyakan kenapa ATC memberi izin pilot menurunkan ke ketinggian 6000 kaki. Sedangkan ketinggian Gunung Salak lebih dari 6000 kaki.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kenapa ATC Bandara Halim mengizinkan ketika pilot pesawat meminta ijin untuk turun ke ketinggian 6000 kaki, padahal Gunung Salak ketinggiannya sekitar 7200 kaki. Apalagi ditambah cuaca di pegunungan yang tidak menentu, seharusnya ada peringatan dari otoritas penerbangan untuk tidak melalui rute tersebut," tambah anggota Komisi V DPR Teguh Juwarno.

Menurut Teguh, ada kesalahan koordinasi. Atau mungkin sekali kecerobohan mengabaikan prosedur umum penerbangan.

"Jelas ada kecerobongan petugas penangungjawab penerbangan terkait kepastian jumlah penumpang. Artinya tidak ada pengecekan akhir, manifes berapa dan siapa saja yang terbang. Ini terbukti ada beberapa nama yang dikabarkan ikut dalam penerbangan, ternyata yangbersangkutan tidak ikut terbang. Ini prosedur standar yang diabaikan. Meskipun ini adalah penerbangan sightseeing atau joyflight,"katanya.

(van/tfq)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini