"Surat panggilan pertama aku emang nggak datang karena aku waktu itu kurang enak badan dan aku pikir, nantilah panggilan ke dua aku datang," tutur Gerhana kepada detikcom, Rabu (10/5/2012) malam.
Nah, pada pemanggilan kedua, Gerhana mengaku sama sekali tidak mendapat surat panggilan dari KPK. "Sampai hari ini aku nggak pernah menerima surat panggilan kedua," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gerhana lantas mengklarifikasi mengenai pemanggilannya hari ini. Dia bersikukuh tidak mendapatkan surat panggilan.
"Saya sempat kesal dan bilang: iya pak, saya mau tau kemana surat itu dikirim karena saya tidak ada terima surat ke dua malah ada pemberitaan begini," keluh perempuan yang pernah menjadi saksi meringankan untuk Nazaruddin ini.
"Ini fitnah, kalau mereka benar kirim surat, kenapa tadi nggak bisa jawab kemana dikirim dan siapa yg menerima," sambung Dirut di PT Exartech Technology Utama ini.
Untuk diketahui, Gerhana telah dicegah pergi ke luar negeri sejak 18 Juli 2011. Selama kasus Wisma Atlet bergulir, dia sudah bolak-balik diperiksa KPK dan menjadi saksi di persidangan.
Saat bersaksi di persidangan, Gerhana sempat terkesan 'membela' Nazar. Dia mencabut semua keterangannya yang berkaitan dengan mantan bendahara umum Partai Demokrat itu.
Padahal, di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) KPK, Gerhana sempat menyebut bahwa dia sempat bertemu Nazar di tahun 2010 kantor Grup Permai. Yang lainnya, Gerhana sempat menjelaskan yang dimaksud panggilan 'Babe' itu adalah Nazaruddin. Namun, ia mencabutnya.
Nama Gerhana kembali disebut-sebut setelah melaporkan Yulianis ke Polda Metro Jaya terkait kasus pembelian saham Garuda. Akibat pelaporan ini Yulianis sempat disebut-sebut menjadi tersangka, namun kemudian polisi meluruskan Yulianis belum tersangka.
(hri/)










































