15 Pemabuk di Semarang Mengamuk, Lukai Seorang Warga

15 Pemabuk di Semarang Mengamuk, Lukai Seorang Warga

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 09 Mei 2012 16:15 WIB
Semarang - Lima wanita dan 10 pria mengamuk dan melukai seorang pengguna jalan di Jalan Kokrosono, Kelurahan Bulu Lor, Kecamatan Semarang Utara. Mereka diketahui mengamuk setelah meminum miras dan beberapa obat.

Menurut salah satu saksi mata, Heri Triono (30), kejadian berawal saat sekelompok pemabuk sedang melakukan pesta miras di sekitar jalan Kokrosono pada Rabu (9/5/2012) pagi. Salah satu pria pemabuk tidak menyadari motor yang didudukinya mundur dan menabrak pengendara motor lain yang sedang melintas.

"Dia menabrak Pak Walimin sampai jatuh dan melukai tangannya. Tapi justru mereka yang mengamuk dan marah-marah," kata Heri di lokasi kejadian, Rabu (9/5/2012).

Sementara itu menurut korban, Walimin (58), ia juga sempat diancam akan dicekik jika tidak segera meminta maaf kepada pria mabuk yang menabraknya.

"Tadi kerah saya diangkat dan diancam akan dicekik," aku Walimin.

Beruntung warga segera keluar sehingga membuat kelompok mabuk tersebut mengurungkan niatnya untuk menghajar Walimin. Mereka lalu melarikan diri dengan mengendarai enam motor.

Heri yang tinggal di sekitar lokasi merasa resah dengan pesta miras yang dilakukan belasan pemuda tersebut, ia pun sudah menghubungi Polsek Semarang Utara sejak pukul 10.00 WIB namun tidak ada respons. Lalu setelah peristiwa penganiayaan yang dilakukan kepada Walimin terjadi, Heri melapor ke Polrestabes Semarang. Warga menunggu cukup lama dan baru pukul 15.00 WIB, polisi tiba di lokasi.

Aksi para pemabuk tersebut sangat meresahkan warga karena sering terjadi di daerah Kokrosono. Mereka sering mabuk bahkan beberapa waktu lalu terjadi perampasan motor terhadap pengendara yang melintas.

"Sangat meresahkan apalagi sejak peristiwa perampasan motor beberapa waktu lalu. Padahal mereka masih remaja. Beberapa dari mereka kadang pakai seragam SMA," ungkap Heri.

"Kami juga sudah melaporkan kejadian itu ke polisi tapi kami belum lihat respons dari polisi," imbuhnya

(alg/trw)


Berita Terkait