Sekitar 700 pekerja PT Indolakto Jakarta yang memproduksi susu Indomilk berunjuk rasa di depan pabriknya. Mereka menuntut pihak manajemen perusahaan mengembalikan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) karyawan baru ke PKB lama yang dinilai merugikan para pekerja.
Pantauan detikcom, aksi unjuk rasa tersebut terjadi di komplek PT Indolakto Jakarta, Jl Raya Bogor, Cibubur, Jakarta, Rabu (9/5/2012). 700-an pekerja yang berunjuk rasa tersebut tergabung dalam Serikat Pekerja Rokok, Tembakau, Makanan dan Minuman PT Indolakto Jakarta (RTMM/SPSI).
Para pekerja membentangkan dua spanduk ukuran besar bertuliskan 'Dimana Hati Nuranimu' dan 'Kami Siap Berjuang Mempertahankan PKB Lama Sampai Tetes Darah Penghabisan'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aksi ini kita lakukan karena adanya perjanjian kerjasama yang baru, yang kami rasa merugikan nasib kita sebagai karyawan. Pemicu aksi ini karena adanya akuisisi atau pembelian PT Indolakto oleh PT Indofood Group yang dampaknya pada kesejahteraan karyawan berkurang. Kami menginginkan perjanjian kerjasama yang sebelum diakuisisi kembali diberlakukan," ujar salah satu anggota perundingan dari RTMM/SPSI Leslie Titalai kepada wartawan di lokasi.
Leslie mengatakan dengan perjanjian kerjasama baru tersebut, kesejahteraan pekerja menjadi berkurang. Pihaknya sudah berupaya bernegosiasi dengan pihak perusahaan untuk memenuhi tuntutan mereka yakni mengembalikan perjanjian baru ke perjanjian kerjasama lama.
"Tapi nihil hasilnya. Dewan direksi tidak mau bertemu dengan kita, dan hari ini tidak ada manajemen yang masuk. Kalau tidak ada tanggapan kami akan melanjutkan aksi serupa selama 3 hari hingga hari Jumat," paparnya.
Sementara itu anggota tim perundingan lainnya Marasuta Ritonga mengatakan para pekerja berharap bisa bertemu dengan para direksi agar menemukan titik temu dari permasalahan ini. Menurutnya perjanjian kerjasama baru belum bisa berlaku selama para pekerja belum menandatangani perjanjian tersebut.
"Tapi karena dari segi UU tetap berlaku walaupun selama kita belum menandatangani. Kita berunding sudah satu tengah tahun," jelasnya.
Demo ini tidak mengganggu lalu lintas karena berada di dalam lingkungan pabrik. Sekitar 20 polisi berjaga-jaga di depan pabrik. Belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan tentang tuntutan para pekerja.
(ega/nrl)











































