Nunun Nurbaetie akan mendengarkan vonis hakim terkait kasus dugaan suap kepada anggota DPR dalam kemenangan Miranda Gultom sebagai Deputi Gubernur Senior BI. Inilah kisah-kisah menarik Nunun selama menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor.
Selama ini, kubu Nunun selalu berkilah mengenai penyakit lupa akut yang diderita. Namun fakta yang terjadi di lapangan terkadang membuat orang bisa menjadi tidak percaya soal penyakit Nunun tersebut.
Untuk satu kasus, Nunun memang sering mengaku tidak lupa atau tak tahu. Namun untuk kasus yang membutuhkan daya ingat, seperti nama seseorang, Nunun bisa lancar menjelaskannya. Soal Indah, Nunun sanggup menerangkannya dengan detil. Siapa Indah dan apa perannya serta keluarganya, sanggup diterangkan dengan lancar oleh Nunun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang Mulia, pada intinya terdakwa ingin seperti Nabi Yusuf. Ditahan bukan karena kesalahan, tetapi karena kemuliaan," kata kuasa hukum Nunun, Mulyaharja, usai pembacaan dakwaan, 2 Maret lalu.
Sebelum mengikuti sidang tuntutan, Nunun juga terlihat pernah menyanyikan lagu perjuangan di ruang khusus terdakwa. Nunun duduk diapit pengacaranya, Ina Rachman, dan sahabatnya. Nunun tanpa malu-malu menyanyikan reffrein lagu 'Tanah Airku'.
"Tanahku yang kucintai, engkau kuhargai.....," nyanyi Nunun.
Dia menyanyikan lagu itu sambil direkam dengan kamera handphone oleh sahabat dan pengacaranya, Ina Rachman. Karena direkam, Nunun tampak bersemangat menyanyikan lagu itu.
Saat tengah mendengarkan nota pembelaan yang dibacakan tim kuasa hukumnya, 30 April lalu, Nunun pernah tiba-tiba lemas. Majelis hakim pun dengan sigap langsung menginterupsi pembacaan.
Ketua majelis, Sudjatmiko, menawarkan minuman atau meminta Nunun segera minum obat. Kesehatan Nunun memang menjadi perhatian serius dari majelis atau KPK. Beberapa kali sidang Nunun terpaksa ditunda karena kesehatan sosialita itu menurun.
Namun yang paling menarik adalah saat Nunun hendak ke toilet suatu waktu. Seusai jam istirahat sidang tampak seorang wanita sibuk membersihkan toilet wanita di lantai 1 gedung tersebut. Wanita itu sibuk mengambil sampah-sampah yang berserak, dan mengeringkan genangan air di atas lantainya. Usut punya usut, ternyata toilet ini sengaja dibersihkan karena akan digunakan Nunun Nurbaeti.
Ia tampak berusaha mengeringkan genangan air yang ada. Ia juga melapisi dudukan toilet dengan tisu yang cukup banyak. Tidak lama kemudian, Nunun pun datang ditemani dua pria berbadan tegap mengenakan baju safari hitam. Sayangnya, Nunun pun terpaksa diselak karena ada pengunjung yang sudah kebelet ingin menggunakan toilet.
(mok/)











































