"Ya, memang Pak JK tokoh Golkar. Ya kita lihat, kalau memang sistemnya terbuka seperti yang kami usulkan maka Pak JK berpeluang, berpeluang besar," kata Akbar kepada wartawan di Kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (8/5/2012).
Menurut Akbar, Wantim Golkar sudah mengusulkan untuk menggelar pemilihan capres dengan sistem terbuka. Yaitu sistem yang memungkinkan ada capres lain selain Ical.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Akbar membuka peluang diskusi dengan pengurus partai. "Ya kita bicara dulu lah," ujarnya.
Seperti diketahui, sebagian pengurus Golkar selama ini berkeinginan menetapkan Ical sebagai capres tunggal dari Golkar. Keinginan tersebut ditentang oleh Ketua Forum DPD II Golkar, Muntasir Hamid. Menurutnya, penetapan Ical sebagai capres belum disetujui DPD II.
Namun hal tersebut dibantah oleh Sekjen Golkar, Idrus Marham. Menurutnya, sudah ada surat dukungan dari 33 DPD I Golkar yang ditandatangani Ketua DPD II untuk mempercepat pencapresan Ical dalam Rapimnasus yang rencananya akan digelar Juni mendatang.
"Saya jelaskan bahwa ini merupakan desakan dari DPD I yang juga ditandatangani oleh Ketua DPD II. Sudah ada 33 propinsi," tutur Idrus.
(tor/ndr)











































