"Demokrat konvensi terbuka, jadi dari partai apa saja boleh mendaftar," kata anggota Dewan Pembina Demokrat, Ahmad Mubarok, saat dihubungi wartawan, Selasa (8/5/2012).
Usai rampung pendaftaran, Demokrat melalui majelis tingginya akan melakukan verifikasi kelaikan calon. "Hanya verifikasi tokoh, pantas, layak atau tidak. Ada 9 orang majelis tinggi nanti akan diperluas sesuai kebutuhan untuk verifikasi," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Demokrat sebut Mubarok belum memastikan metode pengumpulan pilihan masyarakat atas calon. "Bisa seperti survei tapi nanti dibahas metodenya seperti apa," terangnya.
Dengan metode konvensi terbuka, pilihan atas capres Demokrat akan demokratis. Selain itu peluang memenangkan Pilpres makin tinggi karena capres yang diusung merupakan pilihan langsung masyarakat.
"Untuk mengetahui siapa sosok yang paling disukai, kita bukan meminta pendapat pengurus Demokrat, tapi masyarakat karena yang memilih capres itu masyarakat. Sistem ini terbuka, kader diberi peluang sama maupun dari luar, ini baru dibicarakan akhir tahun 2013," jelas Mubarok.
Sementara itu Wakil Sekjen Demokrat Saan Mustopa menjelaskan, hingga saat ini partainya belum membahas pencalonan presiden, figur calon termasuk mekanisme penjaringan calon.
"Dalam AD/ART untuk soal presiden itu menjadi otorits majelis tinggi partai. Demokrat tetap berkomitmen sampai tahun 2013 untuk bekerja. Soal capres dibicarakan di penghujung 2013," katanya.
(fdn/mok)











































