"Saya punya kesan, dengan menggunakan kata reformasi, saya merasa terbebani dengan suatu tugas untuk melakukan perubahan total. Sementara ekspektasi warga itu, 'Wah inilah orang yang mengubah dunia'. Ujung-ujungnya yang dicari dia nggak mampu mengubah," kata Foke.
Hal itu disampaikan Foke dalam sambutannya di acara workshop 'Apa Kabar Reformasi Birokrasi' oleh Dinas Kepegawaian Daerah di Hotel Borobudur, Jl Lapangan Banteng Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (8/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aparat pemerintah dari jajaran RT, RW, kelurahan, kecamatan, wali kota hingga Pemprov juga harus selalu siap berubah dan berkemauan mengubah diri. Kualitas pelayanan birokrasi biar warga yang menilai.
"Dalam mengukur kualitas pelayanan publik, harus menggunakan ukuran yang dipakai oleh masyarakat, bukan kacamata yang kita pakai. Saya kira masyarakat dapat merasakan kualitas pelayanan tersebut," jelas cagub DKI yang diusung Partai Demokrat (PD) ini.
(nwk/nrl)











































