Foke Terbebani dengan Istilah Reformasi Birokrasi

Foke Terbebani dengan Istilah Reformasi Birokrasi

M Iqbal - detikNews
Selasa, 08 Mei 2012 12:24 WIB
Foke Terbebani dengan Istilah Reformasi Birokrasi
Jakarta - Reformasi birokrasi menjadi isu penting seiring dengan tuntutan warga akan pelayanan birokrat yang cepat dan mudah. Namun Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo merasa terbebani dengan istilah 'reformasi'. Mengapa?

"Saya punya kesan, dengan menggunakan kata reformasi, saya merasa terbebani dengan suatu tugas untuk melakukan perubahan total. Sementara ekspektasi warga itu, 'Wah inilah orang yang mengubah dunia'. Ujung-ujungnya yang dicari dia nggak mampu mengubah," kata Foke.

Hal itu disampaikan Foke dalam sambutannya di acara workshop 'Apa Kabar Reformasi Birokrasi' oleh Dinas Kepegawaian Daerah di Hotel Borobudur, Jl Lapangan Banteng Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (8/5/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Oleh karenanya saya cenderung menggunakan format lain yang intinya sama dengan reformasi karena pelaksanaan reformasi birokrasi ini tidak mudah. Semuanya melibatkan komponen masyarakat dan pemerintah," beber Foke.

Aparat pemerintah dari jajaran RT, RW, kelurahan, kecamatan, wali kota hingga Pemprov juga harus selalu siap berubah dan berkemauan mengubah diri. Kualitas pelayanan birokrasi biar warga yang menilai.

"Dalam mengukur kualitas pelayanan publik, harus menggunakan ukuran yang dipakai oleh masyarakat, bukan kacamata yang kita pakai. Saya kira masyarakat dapat merasakan kualitas pelayanan tersebut," jelas cagub DKI yang diusung Partai Demokrat (PD) ini.

(nwk/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads