Pendaki Disarankan Jauhi Semeru dan Mahameru
Jumat, 13 Agu 2004 17:03 WIB
Bandung - Aktivitas Gunung Semeru sejauh ini masih dalam batas aktif normal. Kendati demikian, karena arah jatuhnya material letusan yang kini juga mengarah ke puncak Mahameru di dekatnya, maka Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG) di Bandung merekomendasikan untuk tidak diizinkan adanya pendakian ke 2 puncak tersebut.Kasubdit Pengamatan Gunung Api Wilayah Barat DVMBG Dr Ir Mas Atje Purbawinata menuturkan hal itu ketika ditanya detikcom di Bandung, Jumat (13/8/2004) sehubungan dengan adanya informasi peningkatan aktivitas di gunung tersebut."Sejauh ini tidak ada peningkatan aktivitas kegiatan. Aktif normalnya Gunung Semeru, memang seperti itu, biasa muncul letusan setiap 20-30 menit sekali," tutur Mas Atje lagi.Namun karena material letusan seperti pasir dan debu yang masih panas dari hasil pengamatan kini juga berjatuhan di sekitar puncak Mahameru, maka DVMBG menyarankan agar jangan dilakukan dulu pendakian ke 2 puncak yang ada. Letak kedua puncak gunung itu memang berdekatan, dan jika ditarik garis lurus jaraknya hanyalah beberapa ratus meter saja."Dari laporan petugas kami yang naik ke atas kemarin, material itu jatuhnya mencapai jarak 700 meter dari titik letusan, mengarah ke Mahameru. Padahal biasanya dalam bulan ini banyak pendaki yang suka naik ke puncak Mahameru untuk melakukan perayaan 17 Agustus. Nah, ini bisa berbahaya kalau di lokasi jatuhnya material itu banyak orang," tutur Mas Atje lagi.Sejauh ini, pihaknya masih belum merekomendasikan untuk dilakukan evakuasi warga atau pengungsian. "Tidak ada peningkatan aktivitas atau status. Jadi, pengungsian belum perlu dilakukan. Tapi kalau menjaga jarak dari titik letusan, itu memang harus dilakukan," katanya.
(nrl/)











































