22 Warga Denpasar Keracunan Ikan

22 Warga Denpasar Keracunan Ikan

- detikNews
Jumat, 13 Agu 2004 16:37 WIB
Denpasar - Sebanyak 22 warga Denpasar keracunan setelah menyantap menu ikan di Warung Nusa Lembongan Denpasar. Diduga akibat zat pengawet yang terkandung pada ikan.Lima korban diantaranya masih dirawat di RSUP Sanglah. Mereka adalah 3 pegawai Dinas Kebakaran Kota Denpasar, yaitu Luh Gede Sunarti, Sri Wahyuni dan Sri Alwijah. Kemudian seorang dari Dinas Koperasi Kota Denpasar bernama Dian. Satu lagi warga bernama Ida Bagus Agung Brahmana.Kemudian 12 korban dari Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Badung sempat dirawat di RS Surya Husada Denpasar. Lalu 5 pegawai Dispenda Badung lainnya sempat dirawat di RS Puri Rahardja. Seorang dari 17 pegawai Dispenda itu adalah Kadispenda Kompyang R Suandika.Mereka makan di warung tersebut usai upacara selamatan Kantor Pembantu Samsat Kabupaten Badung di jalan Raya Puputan Renon Denpasar.Luh Gede Sunarti dari Dinas Kebakaran mengatakan, dia makan bersama Sri Wahyuni di warung itu pukul 10.30 WITA, Jumat (13/8/2004). Kemudian dia membawa 6 porsi makanan yang dibungkus ke kantor untuk teman-temannya.Setelah makan, mereka mual, pusing, dan badannya gatal kemerah-merahan. Namun hanya 3 orang yang dirawat ke RSUP Sanglah, yakni Luh Gede Sunarti, Sri Wahyuni dan Sri Alwijah. Sedangkan 5 orang lainnya hanya menderita gatal-gatal sehingga tidak ke rumah sakit.Salah seorang perawat di RSUP Sanglah yang tidak bersedia disebutkan namanya menuturkan, sebenarnya pasien sudah bisa pulang. "Tapi untuk jaga-jaga, mereka masih dirawat. Kelima pasien di Sanglah menjalani perawatan kuras (pembersihan) lambung," jelasnya.Sedangkan dr Budiarsa di RS Surya Husada mengatakan, keduabelas pasien yang dirawatnya mengalami gejala pusing, mual, muntah-munta dan gatal-gatal. Pasien mendapat perawatan injeksi anti-alergi."Kemungkinan keracunan akibat obat pengawet yang ada pada ikan. Tapi kita belum tahu zat apa yang menyebabkan keracunan," katanya.Pemilik Warung Nusa Lembongan Denpasar bernama Made Acung mengaku tidak tahu kalau ikan yang dimasak dan dijualnya itu mengandung racun. "Saya ngambil ikan di (pelabuhan) Benoa. Saya tidak tahu kalau ikannya beracun," ujarnya.Menurut dia, petugas dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Bali sudah mengambil sampel berupa ikan mentah, ikan yang sudah dimasak, dan kuah ikan untuk diteliti.Uniknya, usai peristiwa keracunan tersebut, masih banyak warga Denpasar yang makan siang di warung yang memang dikenal laris manis itu. Tapi belum diketahui apakah ada lagi warga yang keracunan. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads