Writers' Block? Hindari dengan Riset

Ngobrol Bareng Andrea Hirata (3)

Writers' Block? Hindari dengan Riset

- detikNews
Senin, 07 Mei 2012 18:21 WIB
Writers Block? Hindari dengan Riset
Jakarta - Andrea Hirata, penulis tetralogi Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor dan Maryamah Karpov berbagi tips dengan para diplomat muda Indonesia. Seperti dituturkan Annisa Paramita dari Direktorat Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI kepada detikcom, Senin (7/5/2012).

Andrea masuk ke dalam pembahasan tentang langkah kedua menjadi penulis: proses kreatif. Ditegaskan, bahwa setiap penulis memiliki pemicu berbeda-beda untuk bisa menciptakan tulisan bagus, salah satunya adalah lokasi.

Jakarta, menurut Andrea, adalah sebuah kota yang mematikan kreatifitas para seniman, sementara tempat seperti Ubud dinilai lebih inspiratif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lulusan cum laude ekonomi telekomunikasi Universite de Paris, Sorbonne, Perancis ini juga mengatakan bahwa setiap penulis sesungguhnya memiliki keahlian masing-masing.

Andrea sendiri merasa kesulitan untuk menulis cerita fiksi, apalagi jika plot cerita tersebut menyoroti hal-hal berbau magis.

โ€œYou have to be able to identify your own capacity in writing or producing any kind of art (Anda harus mampu mengindentifikasi kapasitas anda sendiri dalam menulis atau menghasilkan karya seni apa pun)," tegasnya.

Apakah Andrea sendiri pernah mengalami writersโ€™ block? Pertanyaan diplomat muda Anggita ini mengantarkan pembahasan diskusi ke langkah ketiga menjadi penulis yang baik: technicalities.

Writers' block ini menurut Andrea dapat dihindari dengan melakukan riset yang benar. Bagi seorang Andrea Hirata, riset atau penelitian merupakan sebuah proses penting dalam pembuatan tulisan.

"Anehnya, rata-rata orang Indonesia tidak suka untuk melakukan riset, bahkan cenderung meremehkan kelas metodologi riset," imbuh Andrea. (Bersambung)

(es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads