Penulis kelahiran Belitung, 24 Oktober 1982, ini menceritakan perbincangannya dengan Kathleen Anderson, seorang editor dan agen terkenal asal Amerika Serikat, yang membahas tentang seorang penulis bernama Paul Harding.
Harding mampu menulis begitu banyak hal menakjubkan melalui angle yang cukup absurd. Kehebatan Paul Harding ini terlihat dalam debut novelnya โTinkersโ yang memperoleh penghargaan 2010 Pulitzer Prize for Fiction.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun sebuah tulisan menjadi berarti bukan karena kehebatan intelektual di dalam tulisan tersebut.
Menurut Andrea, hal ini menjadi titik lemah sastrawan Indonesia. Para penulis lokal saat ini banyak sekali yang berupaya untuk menciptakan tulisan hebat dengan menggunakan berbagai istilah-istilah yang bahkan tidak dimengerti maknanya oleh dirinya sendiri.
Hal terpenting lainnya, lanjut pengarang novel Padang Bulan dan Cinta di dalam Gelas ini, adalah mental.
โSaya menjadi seorang penulis yang berhasil karena saya memiliki mental kuat untuk menulis. Langkah pertama untuk menjadi seorang penulis adalah memiliki mental kuat. Jangan takut untuk menulis. Jangan gamang untuk menulis," papar Andrea. (Bersambung)
(es/es)











































