"Sudah seharusnya kepolisian merevisi total beleid atau regulasi tentang perizinan kepemilikan senjata api, khususnya pistol," tegas Anggota Komisi III DPR, Didi Irawadi Syamsuddin, kepada detikcom, Senin (7/5/2012).
Didi mengatakan izin kepemilikan senpi untuk kalangan sipil harus dicabut, tidak peduli apapun jabatan si pemilik senpi seperti anggota DPR, pengusaha, Dirut BUMN, gubernur, bupati dan sebagainya. Aneka kekerasan, ancaman, ataupun teror karena arogansi atau gagah-gagahan di tempat-tempat umum dengan menggunakan senjata api, terutama pistol, bukan hanya dilakukan oleh aparat TNI, anggota kepolisian, ataupun aparat lainnya, namun juga dilakukan oleh warga sipil.
"Berbagai kasus kejahatan, baik pembunuhan, pencurian dengan kekerasan (perampokan), maupun penganiyaan, ternyata juga menggunakan senjata api, terutama pistol," jelas politisi PD ini.
Menurut Didi rentetan kekerasan, ancaman, dan teror dengan menggunakan pistol itu telah menimbulkan keresahan dan ketakutan di masyarakat. Perkembangan amat memprihatinkan itu harus dijadikan momentum penting dan bersejarah bagi kepolisian dan TNI untuk merevisi secara total dan mendasar menyangkut beleid/regulasi tentang kepemilikan/penggunaan senjata api pistol. Sekaligus aksi konkret dan sungguh-sungguh untuk memberantas budaya kekerasan yang semakin berkembang marak di masyarakat, dan upaya tak henti-hentinya untuk menciptakan rasa aman di masyarakat.
"Semua warga sipil tidak diperkenankan lagi memperoleh izin kepemilikan senjata api, atau memegang pistol. Apapun alasan dan kondisinya. Warga sipil dimaksud termasuk kalangan pejabat, baik di lingkungan pemerintah (eksekutif), legislatif, yudikatif, maupun di kalangan swasta, termasuk pengusaha, profesi pengacara, dokter, ataupun profesi lainnya," ungkapnya.
"Hal itu tiada lain untuk menjamin terciptanya rasa aman di masyarakat. Sebab, pemilikan ataupun penggunaan senjata api, khususnya pistol, selama ini terbukti acap menimbulkan arogansi, gagah-gagahan, potensial untuk penindasan, ancaman, ataupun intimidasi," tutup Didi.
(ega/vit)











































