Warga Semarang Didiagnosa Terjangkit Flu Singapura, Dinkes Membantah

Warga Semarang Didiagnosa Terjangkit Flu Singapura, Dinkes Membantah

- detikNews
Senin, 07 Mei 2012 11:48 WIB
Semarang - Pedro (1,5 th), warga kampung Tanjungsari, Pedurungan Semarang, sudah beberapa hari ini dikurung di dalam rumah. Ia tengah sakit, di bagian telapak kaki, telapak tangan, dan punggungnya keluar bintik-bintik merah yang berisi cairan.

Menurut Titus, anak tunggalnya itu sudah dibawa ke dokter dan didiagnosa terkena flu Singapura. Ia sengaja melarang anak tunggalnya, keluar rumah karena ada kekhawatiran penyakit anaknya menular ke anak-anak lain.

"Kata dokter, penyakit flu Singapura ini dalam dunia medis dikenal sebagai hand foot mouth disease (HFMD) alias penyakit kuku dan mulut (PMK). Disebut flu Singapura karena di negeri itu pernah terjadi ledakan kasus dan kematian akibat penyakit itu," kata Titus, di rumahnya, Senin (7/5/2012).

Dalam beberapa buku kedokteran, penyakit ini disebabkan infeksi virus dari keluarga Picornaviridae, Genus Enterovirus (non polio). Genus lainnya Rhinovirus, Cardiovirus dan Apthovirus.

Menurut Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Widoyono, biasanya, yang paling sering terkena penyakit ini adalah anak-anak usia dua minggu hingga 5 tahun (bahkan hingga 10 tahun). Umumnya, orang dewasa lebih kebal terhadap enterovirus, meski ada juga yang terinfeksi.

"Penyakit ini juga mudah menular, melalui pencernaan dan saluran pernapasan, yang berasal dari butiran ludah, pilek, air liur, tinja, cairan vesikel (kelainan kulit berupa gelembung kecil berisi cairan) atau ekskreta," kata Widoyono, usai penandatangan MoU pelaksanaan Jamkesda antara Pemprov Jateng dan Pemprov Jatim, di kantor gubernur Jateng, Jalan Pahlawan, Senin (7/5/2012).

Titus menyebutkan, anaknya diketahui terinfeksi flu Singapura setelah demam tidak tinggi selama 2-3 hari. Saat itu, si anak masih diajak bermain seperti biasa.

"Namun kemudian tidak ada nafsu makan, pilek, dan gejala seperti flu pada umumnya. Kemudian muncul bintik merah berisi cairan yang kemudian pecah. Mulutnya juga sariawan," kata Titus.

Selain itu, juga timbul ruam atau vesikel (melepuh kemerahan), papulovesikel yang tidak gatal di telapak tangan dan kaki.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Jateng Anung Sugihandono sempat membantah bahwa di Jawa Tengah terdapat flu Singapura. "Nggak ada flu Singapura itu. Yang ngomong siapa? Terus flu Singapura itu suruh diapakan?" kata Anung balik bertanya ketika ditemui di kantornya.

(/)


Berita Terkait