Kabut Asap di Pekanbaru Mulai Pedihkan Mata

Kabut Asap di Pekanbaru Mulai Pedihkan Mata

- detikNews
Jumat, 13 Agu 2004 14:52 WIB
Pekanbaru - Dalam dua hari terakhir, udara Pekanbaru terkepung asap tebal. Kabut asap yang diduga kuat berasal dari aktivitas pembakaran lahan dan hutan di beberapa kawasan di Provinsi Riau, mulai memedihkan mata.Sejak kemarin, udara di Pekanbau kembai tercemari polusi udara akibat dari kebakaran hutan. Warga mulai mengeluh karena asap itu sudah mulai memedihkan mata. Terutama lagi bagi mereka yang melakukan aktivitas di luar rumah."Kabut asap selama dua hari ini memedihkan mata terutama pada malam hari. Mestinya pemerintah kita ini tegas dalam mengambil tindakan hukum," ujar Anto Nasution, warga di Jl Arengka, Pekanbaru. Jumat (13/8/2004) ini misalnya, kabut asap kian menebal yang membuat jarak pandang tak lebih dari 1 km pada pagi hari. Cuaca pun seakan mendung, langit gelap dan sinar matahari redup. Hal itu dimungkinkan sinar matahari terbendung kabut asap yang menyelimuti udara di Pekanbaru. Dilaporkan, kabut asap itu merupakan kirim dari 5 kabupaten yang diketahui terjadi kembali pembakaran lahan dan hutan yang dilakukan sejumlah perusahaan. 105 Titik ApiKepala Bapedalda Provinsi Riau Khairul Zainal kepada detikcom di ruang kerjanya, Jl Thamrin Pekanbaru, mengatakan, berdasarkan pantau satelit ASEAN Specialized Meteorological Center (ASMC) Singapura dan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Bogor, telah terdapat 105 titik api.Titik api itu tersebar Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu, Pelalawan, serta Kabupaten Indragiri Hulu. Titik-titik api tersebut merupakan hasil pemantauan dari dua satelit tadi. "Berdasarkan pantauan satelit, titik api terbanyak di Kabupaten Rokan Hilir," katanya.Akibat kebakaran lahan tersebut, pihaknya telah memberikan peringatan kepada tiga bupati dari Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu, serta Kabupaten Indragiri Hulu."Hal itu dikarenakan, belum lama ini kita pernah mengumpulkan camat se-Riau dalam pelatihan penanganan kabut asap,"kata Khairul.Terkait kabut asap yang kembali terulang, Khairul menegaskan bahwa pihaknya terus mengintensifkan pemeriksaan terhadap perusahaan-perusahaan di Provinsi Riau yang diduga telah menyebabkan kebakaran di dalam wilayah operasi mereka, baik pada tahun 2003 maupun 2004.Karena itu pada akhir Agustus 2004 ini bakal ada dua perusahaan pembakar lahan yang akan dilimpahkan ke pengadilan. "Kita masih melakukan penyempurnaan berkas dengan menunggu kesaksian ahli hidrologi. Setelah 17 Agustus ini, kita berharap semua berkas kasus pembakaran lahan dan hutan itu segera disempurnakan," demikian Khairul. (nrl/)


Berita Terkait