Bantuan Pemprov ke Panwaslu Riau Picu Kontroversi

Bantuan Pemprov ke Panwaslu Riau Picu Kontroversi

- detikNews
Jumat, 13 Agu 2004 14:42 WIB
Pekanbaru - Panwaslu Riau ngotot belum menerima dana bantuan dari Pemerintah Provinsi Riau. Karenanya mereka mengaku belum menerima honor selama 4 bulan. Tapi, Pemprov Riau menyatakan sudah memberikan dana bantuan sebesar Rp 1,825 miliar.Inilah fenomena menarik antara Panwaslu Riau dengan Pemerintah Provinsi Riau. Sejumlah media nasional dan lokal, ramai-ramai memberitakan Panwaslu tidak terima gaji. Sekitar 15 ribu relawan yang direkrut Panwaslu pun dilaporkan belum menerima honor sebesar Rp 100 ribu per orang. Itu artinya, Rp 1,5 miliar gaji relawan masih tertahan di Pemerintah Provinsi Riau.Tapi belakangan, Kepala Biro Keuangan Provinsi Riau, Tengku Razmara merasa keberatan atas tudingan belum memberikan dana ke Panwaslu itu. Menurutnya, pemerintah daerah sudah memberikan dana 90 persen dari Rp 2 miliar yang diajukan Panwaslu. Dari 90 persen tersebut, sudah Rp 1,825 miliar diberikan Pemprov ke Panwaslu.Berulang kali pula Ketua Panwaslu Riau Amin Rahimsyah kepada wartawan mengaku belum menerima dana itu. Dijelaskan Amin bahwa selama ini penggunaan dana Panwaslu oleh sekretariat memang cenderung tidak transparan dan sulit dimintai pertanggungjawaban."Kita sekarang sedang meminta kepada Biro Keuangan untuk meminjam laporan keuangan yang telah diserahkan sekretaris Panwaslu. Kita akan pelajari lagi laporan tersebut," jelasnya.Empat TahapanKetua Panwaslu Riau itu boleh saja ngotot tidak pernah menerima dana bantuan dari pemerintah daerah. Tapi tunggu dulu. Sumber detikcom di Pemerintah Provinsi Riau menyatakan, bahwa pihak Panwaslu sudah menerima dana bantuan sebesar Rp 1,825 miliar. Dana itu dicairkan dalam empat tahapan.Yang pertama diberikan dana sebesar Rp 375 juta yang diterima langsung oleh Ketua Panwaslu Riau. Tahapan kedua, pemerintah daerah kembali memberikan dana sebesar Rp 850 juta, diterima Ketua bersama Wakil Ketua Panwaslu Riau, Rozalita Nasution.Tahapan berikutnya, Rp 400 juta dan Rp 200 juta yang juga diambil oleh ketua dan wakil ketuanya. Itu artinya, total keseluruhan dana yang diterima Panwaslu Rp 1,825 miliar dan Pemprov masih belum melunasi sisanya Rp 175 juta."Tapi hari ini, kami sudah mencairkan dana Rp 100 juta lagi ke Panwaslu Riau. Itu artinya, sudah Rp 2 miliar dana Pemrpov Riau yang diterima Panwaslu," kata sumber tadi.Menanggapai hal itu, anggota Panwaslu Riau, Ahmad Jamaan mengatakan, pihaknya akan melakukan croscheck kepada pemerintah provinsi."Kita akan menanyakan ke pemerintah daerah, kepada siapa sebenarnya dana bantuan itu diberikan," kata Ahmad kepada detikcom, Jumat (13/8/2004) di ruang kerjanya Jl Gajah Mada Pekanbaru.Tidak AktifTerlepas dari masalah kontroversi dana bantuan tadi, dikabarkan pula, Wakil Ketua Panwaslu Riau, Rozalita Nasution, sudah enam bulan lebih tidak aktif di Panwaslu Riau. Ruang kerjanya pun terlihat melompong.Anggota Panwaslu juga bingung melihat wakil ketuanya yang tidak pernah aktif itu. Bukan tidak ada niat pihak Panwas untuk mencoba menghubunginya. Tapi HP-nya pun selalu tidak aktif.Padahal Rozalita sangat dibutuhkan kehadirannya oleh pihak Panwas sendiri untuk dikonfrontir sesuai dengan keterangan Pemerintah Provinsi Riau bahwa dia pernah menerima dana bantuan untuk Panwaslu itu. (nrl/)



Berita Terkait