Warga Rusak Ruko yang Digunakan Sebagai Tempat Ibadah di Samarinda

Warga Rusak Ruko yang Digunakan Sebagai Tempat Ibadah di Samarinda

Robert - detikNews
Minggu, 06 Mei 2012 15:24 WIB
Warga Rusak Ruko yang Digunakan Sebagai Tempat Ibadah di Samarinda
Samarinda, -

Puluhan orang merusak sebuah ruko yang diduga sering digunakan sebagai tempat ibadah umat kristiani di Kompleks Ruko Rapak Indah, Jl Cipto Mangunkusumo, Samarinda Seberang, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (6/5).

Keterangan yang dihimpun detikcom di lokasi, aksi penyerangan dan pengerusakan terjadi sekitar pukul 09.30 WITA. Ruko tersebut 30 menit sebelumnya diduga tengah dipersiapkan untuk digunakan kegiatan ibadah dengan penjagaan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda dan sejumlah anggota kepolisian.

Ratusan orang mendatangi ruko tersebut dengan meneriakan penolakan ruko digunakan sebagai tempat ibadah yang berlangsung dalam 3 pekan terakhir. Aparat yang berada di lokasi tidak mampu membendung emosi massa yang nekat melakukan pengerusakan. Seorang polisi dikabarkan dilarikan ke RS IA Moeis Samarinda, setelah berusaha menahan amarah warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada anggota (polisi) yang dilarikan ke RS IA Moeis. Tapi belum tahu kondisinya terluka atau tidak," kata seorang anggota kepolisian di lokasi kejadian.

Masih dari pantuaan detikcom, selain merusak dengan memecahkan kaca ruko, massa juga mengeluarkan seluruh isi dari dalam ruko berupa kursi, kipas angin dan atributnya. Tidak banyak yang bisa diperbuat oleh aparat Satpol PP Kota Samarinda menghadapi aksi massa tersebut.

"Dirusak sebelum anggota (kepolisian) banyak berdatangan ke sini," sebut anggota kepolisian lainnya.

Pasca kejadian, ratusan aparat gabungan Polri dan TNI berdatangan ke lokasi, termasuk Satpol PP yang terlebih dahulu berada di lokasi sebelumnya.

Sedangkan Kapolsekta Samarinda Seberang Kompol Ade Permana saat dikonfirmasi wartawan di lokasi kejadian, membenarkan aksi penyerangan dan pengerusakan tersebut. Meski begitu, Ade enggan menjawab saat ditanya benar tidaknya dugaan aktivitas ibadah yang diduga seringkali dilakukan di dalam ruko, sehingga menyulut amarah warga sekitar.

"Ya, ada pengerusakan terhadap sebuah ruko. Yang dirusak adalah kaca-kaca. Tidak, tidak ada aktivitas saat dilakukan pengerusakan," kata Ade.

"Sudah dilakukan penegakan hukum. Sudah ada yang dimintai keterangan di Polres (Mapolresta Samarinda) karena ditangani di Polres," ujarnya.

Saat ditanya terkait adanya anggota kepolisian yang dilarikan ke RS IA Moeis akibat insiden tersebut, Ade membantahnya.

"Tidak, tidak ada yang di rumah sakit," tegasnya.

Ruko tersebut kini tengah dikelilingi garis batas polisi. Kaca-kacap pun masih berserakan baik di dalam ruko maupun di luar ruko. Sedangkan kursi dan gorden serta kipas elektrik berada di luar ruko. Aparat masih berjaga-jaga di lokasi kejadian.

(ega/ega)


Berita Terkait