"Saya termasuk beranggapan tidak perlu senjata api, kenapa perlu senjata api ? Toh anggota DPR warga sipil juga, tidak ada urgensinya," ujar Wakil Ketua DPR Pramono Anung saat berbincang dengan detikcom, Minggu (6/5/2012).
Pramono mengatakan jika para anggota DPR berperilaku baik, pasti banyak masyarakat yang akan melindungi jika ada yang akan mengganggu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pramono tidak mengetahui persis berapa banyak anggota DPR yang memiliki senjata api. Dia meyakini anggota DPR yang menggunakan senjata api hanya untuk gagah-gagahan saja bukan untuk perlindungan diri.
"Saya kira itu untuk gagah-gagahan saja. Pasti orang itu tidak pede," jelasnya.
Wakil Ketua Bidang Industri dan Pembangunan DPR ini mengimbau agar para anggota DPR tidak menggunakan dan memiliki senjata api dengan alasan apapun. Sebab, dengan menyimpan senjata api memiliki kecenderungan emosional yang tempramental.
"Sudahlah, disimpan saja nggak usah digunakan. Orang yang punya kecenderungan emosional panas, temperamental, dan hanya merugikan dirinya sendiri, tidak ada hal yang menguntungkan," tegasnya.
Ketika ditanya apakah dirinya juga memiliki senjata api, Pramono hanya menjawab diplomatis. "Ajudan saja ditawarkan saya tidak gunakan," ujarnya.
Sebelumnya anggota Komisi III DPR dari Partai Gerindra Martin Hutabarat menuturkan cukup banyak anggota DPR yang memiliki senjata api. Anggota DPR memiliki senjata api berizin untuk membela diri.
"Anggota-anggota DPR juga cukup banyak yang memiliki senjata, tentu itu juga sudah memiliki izin. Ada alasan bahwa misalnya melakukan perjalanan ke dapilnya yang dianggap rawan, bisa-bisa anggota DPR dirampok orang, kan dapil itu tidak hanya di Jawa," kata Martin.
Sementara menurut anggota Komisi III lainnya, Ahmad Yani, senjata api penting untuk perlindungan anggota DPR.
"Anggota DPR itu penting kalau ke dapil, kalau dapilnya di luar Jawa. Dapil-dapil itu rawan sekali dan memerlukan perlindungan. Kalau dapilnya Papua, Kalimantan, Sumatera, bagaimana," kata Yani kepada detikcom, Minggu (6/5).
(ega/nrl)











































