Anggota DPR Pernah Ditawari Senjata Api Ilegal Rp 5 Juta-an

Anggota DPR Pernah Ditawari Senjata Api Ilegal Rp 5 Juta-an

- detikNews
Minggu, 06 Mei 2012 08:53 WIB
Anggota DPR Pernah Ditawari Senjata Api Ilegal Rp 5 Juta-an
Jakarta -

Anggota Komisi III DPR Martin Hutabarat menuturkan peredaran senjata api di masyarakat sudah sangat menghawatirkan. Karena harganya tergolong sangat murah, dia saja pernah ditawari senjata api seharga Rp 5 juta.

"Saya pernah ditawarkan Rp 5 juta, dia menawarkan senjata tanpa izin. Dia juga beli senjata dari kawannya harga segitu juga katanya. Jadi sebetulnya penjualan senjaga gelap itu ada,"kata Martin kepada detikcom, Minggu (6/5/2012).

Tak hanya itu saja, saat kunker ke Aceh, Martin melihat ribuan pucuk senajata hasil sitaan. Martin menduga masih banyak senjata yang ada di masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seperti waktu saya kunker ke Aceh, di Kodam itu saya lihat banyak sekali senjata. Memang sudah banyak disita senjata, tapi saya kira banyak yang belum disita,"katanya.

Karena itulah Martin semakin yakin sebenarnya peredaran senjata api di masyarakat sudah sangat banyak. Karena yang memiliki izin kepemilikan senjata api saja sudah ribuan orang.

"Sekarang kan jumlahnya ribuan orang sipil yang memiliki senjata api, mungkin sudah ada 10 ribu yang dapat izin kepemilikan senjata api. Jadi sudah banyak dan peredaran senjata api ini sudah membahayakan," keluhnya.

Selain harga yang murah, pengawasan polisi yang kurang ketat juga menjadi penyebab maraknya peredaran senjata api. Apalagi sejumlah pengrajin juga mampu membuat senjata rakitan yang dijual sangat murah.

"Pengrajin kita di Bandung itu bikin senjata. Senjata rakitan itu kan di pasar jual bebas, saya pernah beli senapan angin harganya ratusan ribu, itu kan hanya karena beda peluru saja,"paparnya.

Sebelumnya Martin mengungkap banyak anggota DPR memiliki senjata api. Anggota Komisi III DPR dari PPP Ahmad Yani menuturkan senjata api diperlukan untuk perlindungan anggota DPR. Ahmad Yani mengaku hanya menggunakan senjatanya untuk berolahraga di Lapangan Tembak Senayan tanpa membawa ke dapil selama masa reses.

(/)


Berita Terkait