AS Izinkan Sebagian Pegawai Kedubes Kembali ke Saudi
Jumat, 13 Agu 2004 10:30 WIB
Jakarta - Para pegawai pemerintah Amerika Serikat diizinkan untuk kembali ke Arab Saudi namun tanpa keluarga mereka. Para pegawai non-esensial Kedutaan Besar (Kedubes) AS itu pada April lalu diperintahkan untuk meninggalkan Saudi sehubungan dengan adanya ancaman teroris.Demikian diumumkan Departemen Luar Negeri (Deplu) AS seperti dilansir kantor berita Associated Press, Jumat (13/8/2004). Keputusan ini berpengaruh pada Kedubes AS di Riyadh dan konsulat-konsulat di Jeddah dan Dhahran.Meski begitu, Deplu tetap mengingatkan warga sipil AS untuk tidak bepergian ke kerajaan tersebut. Deplu pun mengimbau warga sipil yang AS yang masih berada di sana untuk segera pergi."Pemerintah AS terus menerima informasi kredibel yang mengindikasikan para ekstrimis tengah merencanakan serangan berikutnya terhadap kepentingan AS dan Barat," demikian statemen Deplu AS.Di saat meningkatnya ancaman teroris di negara-negara asing, para personel non-esensial AS kerap mendapat opsi untuk pulang kembali ke tanah air dengan biaya ditanggung pemerintah. Namun perintah yang dikeluarkan pemerintah Washington dalam travel warning 15 April lalu adalah sebuah keharusan.Namun kini, selain mengizinkan personel Kedubes AS kembali bekerja di Saudi, AS juga mencabut otorisasi keberangkatan sukarela para pegawai Kedubes dan anggota keluarga mereka dari negara Bahrain.Deputi juru bicara Deplu AS Adam Ereli menyatakan bahwa keputusan tersebut dibuat setelah melalui analisa cermat atas situasi keamanan di negeri tetangga Saudi itu.
(ita/)











































