Dirut PT Angkasa Pura II Tri Sunoko menjelaskan, pesawat dengan nomor penerbangan SQ-232 dan registrasi 9V-SKC itu terbang dari Sydney, Australia, menuju Singapura, dengan membawa total 280 penumpang dan 26 awak kabin. Pesawat yang dipiloti oleh Sie Tuck Kay Alexander itu mendarat di landasan pacu utara Bandara Soekarno-Hatta, pada posisi Runway 07-L, untuk kemudian parkir di Apron WC-1.
”Pilot menghubungi tower Soekarno-Hatta untuk meminta izin mendarat sewaktu posisi pesawat berada di atas wilayah Bali, karena ada penumpang yang mengalami sakit kritis dan harus segera dievakuasi. Terkait dengan itu, pihak kami langsung mempersiapkan segala sesuatunya. Alhamdulillah, pendaratan berhasil dilakukan dengan lancar dan aman, layaknya pendaratan reguler,” jelas Tri Sunoko dalam rilis AP II yang diterima detikcom, Jumat (4/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diakuinya, keberhasilan pendaratan perdana pesawat super jumbo ini semakin menambah keyakinan PT Angkasa Pura II dalam mengelola Bandara Soekarno-Hatta, terutama dalam hal keselamatan. Dalam waktu dekat ini, PT Angkasa Pura II akan memulai proyek pengembangan Bandara Soekarno-Hatta dalam rangka meningkatkan kapasitasnya dari 22 juta penumpang per tahun menjadi 62 juta penumpang per tahun.
”Insya Allah, sebentar lagi ground breaking pengembangan Soekarno-Hatta akan dilakukan. Ke depan, Soekarno-Hatta akan menjadi bandara moderen kebanggaan bangsa Indonesia,” pungkasnya.
Sementara itu, penumpang SQ yang diturunkan di Bandara Cengkareng dari pesawat Airbus A 380 karena sakit akhirnya meninggal. Penumpang berusia 72 tahun bernama Chandra Yunandar (versi lain Chandra Munandar-Red) itu karena serangan jantung.
"Dia kena serangan jantung saat di pesawat, karena itu kan pesawatnya mendarat. Tapi, dia kemudian meninggal di mobil ambulans setelah diturunkan dari pesawat," jelas Kasat Reskrim Polres Bandara Kompol Roberto Gomgom dihubungi, Jumat (4/5/2012).
Oleh ambulans, Chandra yang saat turun dari pesawat dari Sydney bersama istrinya, dilarikan ke RS Pantai Indah Kapuk (PIK). "Tapi, sampai di RS PIK, dia sudah tidak bernafas," jelas Roberto.
Setelah dipastikan meninggal, jenazah Chandra saat ini dibawa ke rumah duka di RSPAD Gatot Subroto. Saat ini, pihak keluarga sudah menunggu almarhum di RSPAD.
(nwk/nrl)










































